Suara.com - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy merasa aneh dengan jadwal Liga 1 2018 selama bulan puasa. Menurutnya, jadwal justru dibuat padat kendati pemain tengah menjalani ibadah puasa pada siang hari.
PT Liga Indonesia Baru memang mengubah jadwal pertandingan selama bulan puasa. Selain jam pertandingan yang dilakukan malam hari, dalam setiap harinya bakal ada laga Liga 1 2018.
"Kami merasa heran dengan jadwal yang padat, karena di luar Ramadan jadwal biasa saja tapi saat bulan puasa pemain harus bermain lebih banyak padahal mereka juga harus puasa," kata McMenemy.
"Saya heran pemain profesional harus dipaksa bertanding malam hari di kondisi jadwal padat. Ini akan sedikit susah, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat hasil terbaik di Ramadan ini," tambahnya.
Lebih jauh, Simon memastikan seluruh pemainnya akan terpantau dengan baik kondisi fisiknya selama Ramadan. Sebab, The Guardian bekerja sama dengan pihak yang tugasnya memantau kondisi para pemain.
"Kami bekerja sama dengan tim yang memantau kondisi pemain saat bulan Ramadan. Kami juga sudah membiasakan untuk berlatih di jam malam hari, untuk menyambut bulan Ramadan," pungkas Simon.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Review Anak Semua Bangsa Karya Pramoedya: Dari Duka Menuju Kesadaran
-
Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
-
Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026
-
Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI
-
Dituding Tak Serius Bahas RUU Ketenagakerjaan, DPR Membantah
-
Infinix GT 50 Pro Resmi Jadi Perangkat Gaming di Kapolri Cup 2026, Speknya Sudah Pasti Juara!
-
Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa
-
BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun
-
Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi
-
The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus