- Primbon Jawa mengaitkan cicak jatuh di kepala dengan pertanda datangnya perubahan atau kabar penting dalam hidup.
- Cicak jatuh di bahu kanan dipercaya sebagian masyarakat Jawa sebagai tanda keberuntungan atau datangnya dukungan.
- Tradisi Jawa memaknai cicak jatuh di bahu kiri sebagai pengingat agar seseorang lebih berhati-hati.
Suara.com - Cicak merupakan hewan yang cukup sering ditemukan di dalam rumah dan terkadang jatuh dari dinding atau langit-langit tanpa disengaja.
Dalam kehidupan sehari-hari, kejadian tersebut mungkin dianggap sebagai hal biasa yang terjadi secara kebetulan.
Namun, dalam kepercayaan dan tradisi Jawa, cicak jatuh di bagian tubuh tertentu kerap dikaitkan dengan pertanda tertentu.
Makna yang dipercaya pun dapat berbeda tergantung bagian tubuh yang terkena cicak.
Lantas, apa arti cicak jatuh di kepala atau bahu menurut primbon Jawa?
1. Cicak Jatuh di Kepala
Menurut kepercayaan primbon Jawa, cicak yang jatuh mengenai kepala sering dikaitkan dengan datangnya suatu kabar atau kejadian yang perlu diperhatikan.
Sebagian tafsir menghubungkannya dengan kemungkinan adanya perubahan dalam kehidupan seseorang.
Makna tersebut bukanlah kepastian, melainkan bagian dari penafsiran tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.
2. Cicak Jatuh di Bahu Kanan
Cicak yang jatuh di bahu kanan dalam sebagian kepercayaan Jawa dapat dimaknai sebagai pertanda akan datangnya kabar baik atau keberuntungan.
Ada pula yang mengaitkannya dengan bantuan atau dukungan dari orang di sekitar. Namun, tafsir primbon dapat berbeda antara satu sumber dan sumber lainnya.
3. Cicak Jatuh di Bahu Kiri
Sementara itu, cicak yang jatuh di bahu kiri terkadang dianggap sebagai tanda agar seseorang lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas.
Kejadian ini dapat dimaknai sebagai pengingat untuk memperhatikan keputusan atau hubungan dengan orang lain.