Suara.com - Piala Dunia 2018 siap dihelat dua hari lagi. Menarik memang membahas segala serba-serbi terkait event sepakbola terakbar yang akan dihelat di Rusia itu.
Soal pemain-pemain dengan bobot tubuh terberat misalnya, ada sederet pemain yang memiliki bobot tubuh cukup ekstrem. Overweight? Well, nanti dulu. Beberapa pemain ini memang bertubuh gempal, namun tidak tambun.
Seperti dilansir laman resmi FIFA, pilar Timnas Panama, Roman Torres, merupakan pemain dengan bobot tubuh terberat di Piala Dunia 2018. Sang bek tengah sendiri merupakan pemain yang paling mudah diingat dari skuat Panama. Ia berambut gimbal, memiliki janggut tebal, serta memiliki tato di sekujur tubuhnya.
Torres sejatinya memiliki tubuh yang cukup tinggi, yakni 188 cm. Namun berat badannya yang mencapai 99 kg jelas membuat bobot tubuhnya menjadi kurang ideal.
Yang menarik, saat ditanya oleh awak media di Rusia perihal dirinya merupakan pemain terberat di Piala Dunia 2018, Torres pun menjawab tanpa kata-kata dan dengan santai hanya memperlihatkan bagian perutnya yang ternyata.. six pack!
Menurut data FIFA, bek berusia 32 tahun itu mengungguli nama-nama macam Harry Kane dan Harry Maguire (Inggris), Jannick Vestegaard (Denmark), dan Abdullah Al-Mayouf (Arab Saudi), sebagai pemain dengan bobot tubuh paling berat di Piala Dunia 2018.
Kane, Maguire, Vestegaard dan Al-Mayouf semuanya memiliki bobot tubuh 98 kg. Keempat pemain tersebut, bersama Torres, praktis memiliki bobot di atas rata-rata pemain di Piala Dunia 2018, yaitu 77 kg.
Well, jika Torres paling berat, winger Jepang Takashi Inui menjadi pemain dengan berat badan teringan pada Piala Dunia 2018. Dengan berat 'hanya' sekitar 59 kg, pemain yang baru ditransfer Real Betis itu memiliki bobot jauh di bawah catatan rata-rata pemain Jepang, yakni 73.6 kg.
Di atas Inui, ada gelandang serang Inggris, Jesse Lingard. Pemain Manchester United tersebut punya berat 60 kg dan sedikit lebih banyak dibandingkan Dries Mertens (Belgia), Joao Moutinho (Portugal), dan Lucas Torreira (Uruguay) yang punya berat 61 kg.
Berita Terkait
-
Akal Bulus Infantino Pertahankan Jabatan Dibongkar PSSI-nya Yordania: Dia Tukang Peras!
-
Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan
-
Bukan Indonesia! Vietnam Disebut Negara ASEAN Paling Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
Dukungan Indonesia Cs Gak Ngaruh! Gianni Infantino Diminta Mundur atau Dilengserkan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan