Suara.com - Asisten Pelatih tim nasional Indonesia U-23 Bima Sakti membeberkan alasan skuatnya tidak beruji coba dengan negara lain dalam persiapan jelang Asian Games 2018. Mereka tidak mau mengambil resiko lantaran ajang Asian Games sudah sebentar lagi.
Bima Saktu mengatakan bahwa pelatih kepala Timnas U-23 Luis Milla menghindari pertandingan dengan tensi tinggi. Hal tersebut agar Hansamu Yama dan kawan-kawan terhindar dari cedera yang tak diharapkan.
Beberapa dari punggawa Garuda Muda memang baru saja sembuh dari cedera, antara lain Ricky Fajrin dan Awan Setho Raharjo yang baru bisa ikut latihan secara penuh.
"Yang pasti kita nggak mau ambil resiko besar. Kalau lawan timnas luar, mungkin akan beresiko dalam persiapan. Karena kemarin ada beberapa pemain yang baru sembuh dari cedera seperti Ricky, Awan Setho. Mudah mudahan beberapa hari ini tak ada pemain cedera lagi," kata Bima Sakti.
Skuat Merah Putih hanya menjalani uji coba dengan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, Selasa (31/7/2018). Di pertandingan itu, Timnas U-23 menang dengan skor 2-1 dan takluk di pertandingan penalti.
Sesuai kesepakatan awal, apapun hasil pertandingan usai waktu normal memang laga bakal dilanjutkan dengan tendangan penalti di laga tersebut.
Berita Terkait
-
Gempita AFC U-23 dan Kenangan Manis One Hit Wonder Timnas Indonesia karena Tangan Dingin STY!
-
Kaleidoskop Timnas U-23: Batal Juara AFF Cup Hingga Gagal di Sea Games 2025
-
PSSI Target Timnas Raih Emas Sea Games 2025, Indra Sjafri Justru Pesimis!
-
Sea Games 2025: Tak Pasti Diperkuat Pemain Diaspora, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia U-23?
-
Tunjuk Timnas U-23 di Ajang FIFA Matchday, Langkah Bijak atau Blunder PSSI?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Cerdas! Begini Langkah Kang Edai Mengubah Desa Kemiren Jadi Naik Kelas
-
Arti Penting Berlian bagi Anggun C Sasmi: Bukan Sekadar Aksesori, tapi Self-Reward
-
5 Rekomendasi Sunscreen Ectoin untuk Memperbaiki Skin Barrier dan Anti Polusi
-
Sengketa 6,1 Hektare Kencana Bogor Memanas, AJB Dipersoalkan hingga Dugaan Rekayasa Hukum
-
5 Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum, Ini Cara Mengakalinya
-
Bukan Asal Murah, Ini 5 Kriteria Tasya Kamila Saat Memilih Perabotan Rumah Tangga
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
-
Jetour T2 i-DM Padukan Desain Boxy Ikonik dengan Teknologi PHEV Modern