Suara.com - Manajer Persib, Umuh Muchtar, berharap jadwal pertandingan antara Persib melawan Madura United pada laga pekan ke-24 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (29/9/2018) tidak terganggu, seiring dengan kasus meninggalnya pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla.
Seperti diketahui, Haringga yang merupakan anggota Jakmania, tewas dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh, jelang laga Derby Indonesia antara Persib vs Persija pada pekan ke-23 di GBLA, akhir pekan lalu.
"Kepada kepolisian, saya harap ini jangan jadi pertimbangan (tidak memberikan izin menggelar pertandingan kontra Madura United). Jangan dikaitkan sehingga menjadi tidak ada izin," kata Umuh di Bandung, seperti dimuat Antara, Selasa (25/9/2018).
Menurutnya, pertandingan Persib melawan Persija memang berlangsung panas di lapangan. Tapi, itu hanya melibatkan para pemain kedua tim dalam sebuah pertandingan.
Di luar itu, tidak ada insiden apapun yang terjadi. Para pemain Persija pun bisa pulang dengan selamat. Mereka mendapat kawalan ketat polisi selama sebelum dan sesudah laga.
Sementara kejadian pengeroyokan berada di luar lapangan, bahkan di luar area stadion. Sehingga hal itu jangan sampai membuat seolah-olah pertandingan berlangsung tidak aman.
"PSSI juga harus melihat ini (secara utuh)," cetus Umuh.
Sementara itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono juga berpendapat serupa. Ia pun meminta doa dari Bobotoh agar kepolisian tetap mengeluarkan izin untuk pertandingan kontra Madura United mendatang.
"Mohon doanya untuk laga berikutnya tidak ada hambatan," tutur Kuswara.
Berita Terkait
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Persija Jakarta Buka Suara Terkait Isu Pendaftaran IPO di Bursa Efek Indonesia
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim