Suara.com - Bomber andalan Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi bak petarung MMA Conor McGregor ketika mengunci kemenangan 3-0 Persija Jakarta atas Persela Lamongan dalam laga tunda Liga 1 2018 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Selasa (20/11/2018).
Dalam pertandingan tersebut Simic mencetak gol di menit 71. Sementara dua gol Persija lainnya dicetak oleh Rezaldi Hehanussa pada menit 28 dan Ramdani Lestaluhu di menit 51.
Simic mengaku, selebrasi dengan menirukan gaya McGregor dia lakukan hanya sekedar menandakan jika dirinya belum habis. Dirinya masih striker mematikan yang patut diwaspadai pemain lawan.
"Saya bertaruh dengan teman saya, tapi ini hanya candaan dengan teman saya. ketika ada banyak kritik kepada kamu, dan ada banyak yang bilang Simic out, di situ saya buktikan," kata Simic.
Di pertandingan kontra Persela, pemain bernomor punggung sembilan itu mengaku didukung oleh rekannya dari Kroasia. Rekan-rekan Simic sengaja datang untuk mencicipi langsung atmosfer SUGBK saat Persija bertanding.
"Ya ada, ada tiga pria dia juga ngontak saya dan saya memberikan tiket. dia dari Bandung tapi suka Persija. Saya senang ada dari negara saya, kemarin juga ada banyak orang di kedutaan Kroasia mereka mau datang ke sini (SUGBK)," tambahnya.
"Mereka senang di Jakarta, semua mau datang ke SUGBK, ada juga keluarga saya. Dia ke sini untuk menyaksikan dua pertandingan kandang, karena Persija berpeluang juara jadi ingin lihat apa yang akan terjadi," pungkasnya.
Mengantongi 53 poin, Persija saat ini hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen Liga 1 2018 PSM Makassar.
Masih menyisakan tiga pertandingan, untuk mewujudkan mimpi meraih gelar Liga 1, tidak ada kata lain bagi Persija kecuali meraup poin penuh di tiga pertandingan sisa. Sebagaimana diketahui, di tiga laga sisa Persija akan melakoni dua laga kandang dan satu tandang.
Baca Juga: Ingin Persija Juara, Simic: Main di Jakarta
Di dua laga kandang tersisa, Persija Jakarta akan menghadapi Sriwijaya FC dan Mitra Kukar. Sedangkan satu laga tandang, Persija akan berhadapan dengan Bali United.
Berita Terkait
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
-
Persija Tantang Persib di Semifinal Piala Presiden 2026, STY Utamakan Proses Ketimbang Gelar
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Persib Bandung vs Persija Jakarta, El Clasico di Piala Presiden
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Doa Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Jelang Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya