Suara.com - Ratusan korban telah berjatuhan akibat bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Beberapa klub besar Eropa, seperti AS Roma hingga Borussia Dortmund pun turut mengucapkan rasa dukanya dan dukungan kepada para korban.
Indonesia kembali dirudung duka usai terjadi bencana tsunami di Selat Sunda pada Rabu (22/12/2018) malam WIB. Menurut BMKG, bencana tsunami tersebut dipicu karena erupsi dari anak gunung krakatau dan kemudian ditambah dengan gelombang pasang bulang purnama.
Itulah yang akhirnya menyebabkan terjadinya tsunami di perairan Selat Sunda yang menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung Selatan. Korban jiwa pun berjatuhan dan menyebabkan kerusakan parah.
Laporan terakhir dari BNPB, bencana tsunami tersebut menyebabkan 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka, dan 28 orang hilang.
Bencana tsunami ini pun menjadi perhatian dunia, setelah sebelumnya pesepak bola Asal Jerman, Mesut Ozil menyampaikan bela sungkawanya dalam bahasa Indonesia di akun Twitternya, kini beberapa klub besar Eropa juga turut ikut menyatakan bela sungkawanya.
Seperti yang sudah Bolatimes.com berhasil kumpulkan, berikut 5 klub besar Eropa yang menyatakan bela sungkawanya kepada korban tsunami Selat Sunda:
1. Borussia Dortmund
"Pikiran dan doa kami ditujukan kepada semua korban dan mereka yang terkena dampak tsunami di Indonesia"
2. AS Roma
"Pikiran kami bersama semua korban dan anggota keluarga dan teman-teman yang kehilangan orang-orang terkasih setelah tsunami melanda kota-kota pesisir di Selat Sunda Indonesia"
3. FC Porto
"Pikiran dan doa kita bersama mereka yang terkena dampak tragedi mengerikan ini di Indonesia"
4. Levante
"Sangat sedih dengan tsunami yang menghancurkan yang melanda pantai #Indonesia. Kami menyatakan belasungkawa tulus kami kepada keluarga para korban dan rakyat Indonesia"
5. Valencia
"Terkejut dengan berita dahsyat yang datang dari Indonesia, sebuah negara yang menyambut kami dengan tangan terbuka pada musim panas 2012. Belasungkawa tulus kami kepada keluarga yang terkena dampaknya, pikiran kami bersama Indonesia saat ini," tulisnya.
Sumber: Bolatimes.com
Berita Terkait
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Segini Tinggi Tsunami yang Mungkin Terjang Jepang Sore Ini
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
-
Jepang Gempa Bumi Besar 7,1 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan
-
RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!
-
Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!
-
Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara
-
AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan
-
4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru
-
Sengketa HGB di STC, Dewan Cek Ruko yang Disegel Pemkot Pekanbaru
-
JKIND Rayakan Eksistensi 25 Tahun dalam Industri Kaca Film di Pameran GIIAS 2026