Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Petunjuk Baru

Kamis, 17 September 2026 | 20:07 WIB
Prajurit TNI AL awak KRI Lepu-861 melakukan pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU]
BACA 10 DETIK
  • Gubernur Banten Andra Soni resmi menghentikan operasi SAR gabungan selama 10 hari di Selat Sunda.
  • Sebanyak 523 personel mengerahkan pencarian KM Arupadatu I seluas 8.509 nautical mile persegi tanpa hasil.
  • Operasi pencarian dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru atau laporan masyarakat yang terkonfirmasi.

Suara.com - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Meski ditutup, operasi pencarian masih dapat kembali dibuka apabila tim SAR mendapatkan petunjuk baru atau laporan masyarakat yang telah terkonfirmasi.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat mengumumkan penutupan operasi SAR gabungan di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang.

"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata Andra.

Selama 10 hari, sebanyak 523 personel SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan penyisiran melalui jalur darat, laut hingga udara. Area pencarian mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.

Namun, hingga pencarian hari terakhir, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal ataupun objek yang menjadi sasaran pencarian.

Tim SAR sebelumnya sempat menemukan 13 objek terapung di laut. Namun, setelah diverifikasi Ditpolairud Polda Banten, seluruh objek tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan fisik maupun kelengkapan KM Arupadatu I.

Andra mengatakan penghentian operasi bukan berarti peluang pencarian tertutup sepenuhnya. Pemerintah daerah bersama Basarnas masih memungkinkan membuka kembali operasi apabila terdapat perkembangan baru.

Petunjuk tersebut, antara lain, dapat berasal dari temuan di lapangan maupun laporan masyarakat yang telah terkonfirmasi dan dinilai relevan dengan keberadaan KM Arupadatu I.

Lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)

Di akhir operasi, Andra menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan yang telah terlibat dalam pencarian selama 10 hari.

Ia juga berterima kasih kepada insan pers yang terus mengawal informasi mengenai operasi kemanusiaan tersebut.

"Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terimakasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com