Kembali ke Chelsea, menjalani karier panjang nan sukses di bawah manajer-manajer top macam Mourinho, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti, Rafael Benitez, Guus Hiddink, hingga Antonio Conte, Terry akhirnya melakoni penampilan pamungkasnya bersama klub London Barat tersebut pada 21 Mei 2017, dalam laga kandang menghadapi Sunderland.
Bak laga testimonial meski ini adalah laga Liga Inggris yang tentunya merupakan partai resmi, pertandingan ini memang seperti sebuah ajang para suporter Chelsea untuk memberikan tribute serta standing applause yang meriah untuk sang kapten di partai terakhirnya.
Dalam 'farewell'-nya ini, Terry keluar dari lapangan pada menit 26, sama seperti nomor yang selama ini dikenakannya di Chelsea.
Terry mengucapkan selamat tinggal kepada para pendukung setelah mengangkat trofi Liga Inggris untuk kelima kalinya bersama Chelsea, sebagaimana The Blues kala itu menjuarai liga musim 2016/2017 di bawah kepelatihan Conte.
Setelah meninggalkan Chelsea, klub yang telah dibelanya selama 19 musim dan merupakan satu-satunya klub profesional yang ia perkuat dalam kariernya, Terry pun dihadapkan pada sebuah dilema di musim panas 2017, yakni pensiun atau terus bermain.
Terry pun belum memilih untuk gantung sepatu. Ia memutuskan untuk gabung klub Divisi Championship, Aston Villa dengan status free transfer pada musim 2017/2018.
Well, keputusan ini jelas tidak mencoreng loyalitas dan kecintaan Terry pada Chelsea. Pasalnya ia memang belum berniat pensiun, sementara di sisi lain Chelsea jelas-jelas memutuskan untuk tak memperpanjang kontrak sang centre-back. Meski demikian, Terry rupanya hanya bertahan semusim di Aston Villa, sebelum cabut di penghunjung musim lalu.
Terry sendiri sebenarnya berpeluang untuk menambah durasinya sebagai pesepakbola profesional, ketika menjalani tes medis bersama klub Rusia, Spartak Moskow pada awal musim ini setelah berstatus free agent. Namun, Terry kala itu tak jadi membubuhkan tanda tangan untuk kontrak karena alasan keluarga.
“Setelah berpikir panjang, saya menolak tawaran kontrak dari Spartak Moskow. Saya ingin mengambil kesempatan untuk mengucapkan terima kasih kepada Spartak. Mereka adalah klub ambisius dan saya sangat terkesan dengan profesionalisme mereka,” tutur Terry pada 12 September 2018, seperti disadur dari Guardian.
Baca Juga: Hasil Lengkap Putaran Keempat Piala FA Tadi Malam
“Namun setelah menilai bersama keluarga saya, kami memutuskan ini bukanlah sebauah langkah yang tepat,” terangnya.
Berselang sebulan, Terry pun akhirnya resmi mengumunkan gantung sepatu, tepatnya pada 7 Oktober 2018. JT –inisial dan sapaan akrab Terry– total menghabiskan 22 tahun sebagai pemain Chelsea –termasuk di tim akademi– dan mengangkat 15 trofi major, serta menjadi kapten paling sukses dalam sejarah klub!
Dari segi jumlah penampilan, catatan penampilannya sebanyak 717 kali bersama Chelsea hanya diungguli oleh Ron Harris (795 kali) dan Peter Bonetti (729 kali). Sementara torehan 67 gol Terry tetap menjadi rekor tersubur di Chelsea untuk seorang bek.
Well, meski telah mengumumkan pensiun sebagai pemain, karier seorang John Terry rupanya masih tidak lepas dari dunia sepakbola.
Sebagian pensiunan pemain memilih untuk meneruskan kariernya sebagai komentator atau pandit, sebagian lagi memilih terjun ke manajemen klub, atau bahkan mendalami karier lain di luar sepakbola.
Terry sendiri memilih untuk kembali bergabung bersama Aston Villa sebagai asisten manajer. JT menjalani peran barunya tersebut sejak 10 Oktober 2018, hanya tiga hari setelah ia mengumumkan pensiun sebagai pesepakbola.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Profil Liu Jianqiao Wasit Cina di Final Piala Asia Futsal 2026 Banyak Kontroversi
-
Kirim Doa untuk Timnas Futsal Indonesia, Akun Divisi Humas Polri Malah Dirujak Netizen
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Profil Israr Megantara, Anak Tambun yang Hancurkan Iran
-
King Emyu Minggir Dulu, King Indo Trending! Timnas Futsal Indonesia Hajar Iran
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Luas Biasa! 29 Ribu Bobotoh di GBLA Bikin Layvin Kurzawa Berasa di Rumah Sendiri
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
TEBAK SKOR Final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia vs Iran: Sejarah di Depan Mata