Suara.com - Barcelona ternyata berminat meminang Paul Pogba dari Juventus pada bursa transfer musim panas 2016 lalu. Namun, Barcelona mengurungkan niat mereka tersebut karena banderol mahal Pogba, dan sang gelandang akhirnya merapat ke Manchester United.
Hal tersebut diungkapkan presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, yang menyebut jika klubnya memang sangat berminat memboyong Pogba ke Camp Nou pada musim panas 2016, saat posisi pelatih kepala klub masih dipegang Luis Enrique kala itu.
Diungkapkan Bartomeu, manajemen Barcelona telah bekerja begitu keras untuk memastikan tetap berada di jalur perburuan Pogba.
Kesepakatan dengan agen bintang Timnas Prancis itu, yakni Mino Raiola, bahkan telah terjalin sejak setahun sebelumnya, yakni pada 2015.
Setahun berselang, Juventus akhirnya benar-benar membuka pintu keluar bagi Pogba. Sayang, gelandang berusia 26 tahun itu akhirnya justru comeback ke Man United.
Sebagai informasi, Man United harus mengeluarkan dana mencapai 89,3 juta pounds pada 2016 untuk bisa mengamankan servis Pogba, yang sekaligus memecahkan rekor transfer dunia kala itu, mengalahkan rekor transfer Gareth Bale saat dibeli Real Madrid dari Tottenham Hotspur pada 2013 seharga 85 juta pounds.
Menurut Bartomeu, Barcelona sejatinya punya kans besar untuk mendapatkan Pogba, namun kubu Blaugrana urung merampungkan transfer ini karena menganggap harga sang pemain terlalu mahal.
"Pada musim panas 2015, Paul Pogba bermain di Turin dan kami memberitahu Juventus jika mereka akan menjualnya, kami tertarik. Dan kami memang benar-benar ingin mendatangkannya pada musim panas 2016," ungkap Bartomeu seperti dimuat Football Espana.
"Namun ketika Juventus telah mengambil keputusan untuk menjual Pogba, mereka menyebutkan angka untuk menuntaskan transfer. Ketika itu kami tidak bisa menyanggupi," bebernya.
Baca Juga: Pogba Dilirik Real Madrid, Solskjaer: Dia Betah di Old Trafford
"Jadi Pogba ke Man United dan mereka telah menjadikannya pemain tim yang lebih baik. Ya, karena dia sekarang berstatus salah satu bintang sepakbola dunia," celoteh Bartomeu.
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan