Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, belum tentu memasukkan nama pemain naturalisasi Ezra Walian ke dalam skuat yang dipersiapkannya untuk SEA Games 2019. Sebab, status naturalisasi striker 21 tahun itu sempat dipermasalahkan oleh AFC.
Ezra Walian tergabung Timnas Indonesia U-22 yang berlaga di ajang Kualifikasi Piala Asia di Vietnam pada Maret lalu. Namun, lantaran pernah memperkuat timnas Belanda U-17 di Piala Eropa 2014, ia tidak diperkenankan tampil.
"Ezra saya belum tahu, itu bisa ditanyakan langsung ke PSSI tentang kelanjutannya. Setahu saya dia bermasalah saat proses naturalisasinya, AFC dan KNVB mempermasalahkan," kata Indra Sjafri sesuai memimpin latihan di Lapangan UNY, Rabu (29/5/2019).
SEA Games 2019 sendiri adalah kompetisi yang tidak masuk dalam kalender FIFA. Meski demikian, Indra Sjafri tetap enggan memainkan striker berdarah Belanda itu jika status naturalisasinya masih dipermasalahkan.
"Tidak elok juga kalau tetap mendaftarkannya karena AFC jelas-jelas mempermasalahkan. Makanya saya berharap ada kejelasan sampai tanggal 2 September nanti, kalau sebelum itu sudah oke, saya akan masukkan dia," terangnya.
Indra Sjafri pun akan menunggu status Ezra Walian setidaknya sampai batas akhir pendaftaran SEA GAmes 2019. Jika sudah beres, striker RKC Waalwijk itu kembali berpeluang berseragam Garuda.
"Saya berharap ada kejelasan sampai 2 September. Kalau dinyatakan oke, saya akan daftarkan di 40 nama (untuk SEA Games 2019)," tutup pelatih 56 tahun itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar