Suara.com - Penampilan Persija Jakarta di dua pekan awal Liga 1 2019 jauh dari kata memuaskan, meski berstatus tim juara bertahan kompetisi. Persija belum mendapatkan kemenangan di Liga 1 musim ini.
Tim Macan Kemayoran --julukan Persija-- hanya bisa meraih satu hasil imbang dan sekali kalah, mengoleksi satu poin dari dua pertandingan.
Banyak hal yang menyebabkan melempemnya penampilan Persija pada musim ini. Salah satunya, Pasukan Ibu Kota --julukan Persija lainnya-- selalu gagal mempertahankan keunggulan dalam sebuah pertandingan.
Sontak Persija pun banjir kritikan, terutama dari Jakmania. Pelatih Ivan Kolev pun buka suara menanggapi hal ini.
"Saya bisa buat apa? Suporter mau terus kami menang dan penampilan kami dalam pertandingan bagus. Saya paham tentang hal itu, dan saya kerja di Persija untuk itu," ucap Ivan Kolev dalam jumpa pers jelang laga pekan ketiga kontra tuan rumah Bali United, yang akan dihelat Jumat (30/5/2019) malam.
"Tapi ini sepak bola, apalagi Persija sudah main 25 game dari Januari (2019) sampai sekarang (Persija juga tampil di Piala AFC, Piala Indonesia dan Piala Presiden). Tidak ada tim seperti kami," kilahnya.
"Tim lain mungkin enam, tujuh atau delapan, tapi Persija 25 game. Bagaimana? Saya yakin suporter bisa menilai periode yang sedang kami lakukan ini," ketusnya.
Laga Persija kontra Bali United besok malam akan dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada pukul 20.30 WIB.
Baca Juga: Teco Maklumi Situasi Persija yang Tak Bisa Gelar Laga Kandang
Berita Terkait
-
STY Klaim Persiapan Hampir Sempurna, Persija Bakal Tancap Gas di Super League
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
Alexander Jeremejeff Blak-blakan Terima Tawaran Persija Jakarta
-
Breaking News! Persija Jakarta Punya Mesin Gol Baru, Alexander Jeremejeff
-
Shin Tae-yong Puas Persija Kalahkan Police Tero, tapi Ada Satu Masalah yang Masih Mengganjal
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik