Suara.com - Klub Serie D, Palermo, baru-baru ini dikabarkan telah meluncurkan logo baru. Hal itu tersebar di jejaring sosial Twitter. Alih-alih mendapat perhatian positif, netizen malah ramai-ramai menyamakan logo klub sepak bola Italia tersebut dengan lem kayu yang biasa dijual di toko bangunan di Indonesia.
Dikutip dari Football Italia, Palermo memang berupaya kembali menduduki kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia, Seria A. Klub tersebut juga akan mengubah logo agar terlihat lebih modern.
"Kami akan mengubah lencana kami sehingga memiliki elang yang lebih agresif, yang menyaksikan ambisi kami mencapai Serie A dalam tiga tahun ke depan," ungkap Dario Mirri, salah sorang konsorium yang memenangkan tender untuk meluncurkan logo baru itu.
Bentuk serta desain logo tersebut tersebar di jejaring sosial Twitter. Salah satu akun Twitter @indosupporter mengunggah logo Palermo yang disandingkan dengan merek lem kayu yang biasa digunakan orang Indonesia saat membuat barang berbahan dasar kayu.
Jelas saja, hal itu mengundang gelak tawa dan reaksi konyol dari netizen.
"Ko kaya logo lem rajawali?," ungka akun @zaffarrizal.
"Kq aku malah teringat logonya Perindo ya?," kelakar akun @thomas_afs.
"Ini nih yang bikin gua suka sama Liga Itali," kata akun @nazarruddinysf.
Terpisah, bukan tanpa alasan Palermo turun ke kasta terendah sepak bola Italia itu. Palermo gagal mengirim dokumen keuangan untuk musim 2019/2020 ke otoritas sepak bola Italia, sehingga skuat Rosanero itu dinyatakan bangkrut dan harus turun ke Serie D.
Baca Juga: Dybala Bawa Juventus Hantam Palermo
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan