Suara.com - Pelatih sementara Persebaya Bejo Sugiantoro mengapresiasi perjuangan pemainnya saat melawan Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (24/8/2019).
"Meski hasilnya tidak sesuai keinginan semua pihak, tapi penampilan di lapangan sangat menggembirakan dan bermain satu dua sentuhan," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.
Pada laga tersebut hasil akhir adalah 1-1, yang masing-masing gol dicetak Marko Simic di menit ke-68 untuk Persija, kemudian disamakan oleh Misbakus Solikin di menit ke-80 lewat titik penalti.
Menurut Bejo, kualitas permainan timnya mulai tampak sehingga bisa tampil maksimal.
"Dengan keterbatasan pemain, tapi ternyata mampu merepotkan Persija yang tampil komplet. Ini tidak lepas dari permainan yang ngeyel, ngosek, dan wani di lapangan," ucapnya.
Melawan Persija, Bajul Ijo tanpa sejumlah pemain penting, seperti Irfan Jaya, Otavio Dutra dan Hansamu Yama Pranata yang tengah sibuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia jelang kualifikasi Piala Dunia 2022.
Osvaldo Haay dan Rachmat Irianto tidak tampil akibat hukuman akumulasi kartu kuning. Sedangkan Alwi Slamet harus menjalani tugas bersama kesatuannya, di TNI AD.
Sementara itu, sebelum laga dimulai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendatangi kamar ganti pemain Persebaya dan memberikan motivasi agar bisa memenangkan pertandingan.
"Kami sangat apresiasi Bu Wali Kota dan itu menjadi pelecut semangat bagi pemain. Kami mohon maaf atas hasil akhir," ujar Bejo seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Tragis, Manchester United Dipecundangi Crystal Palace di Old Trafford
Hasil 1-1 melawan Persija membuat Persebaya bertengger di posisi tujuh klasemen sementara dengan koleksi 22 poin hasil lima kali menang, tujuh kali imbang dan empat kali menderita kekalahan.
Berita Terkait
-
John Herdman Kemungkinan Coret Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Terungkap! Ini Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Setia Sejak 2010, Andritany Bongkar Alasan Perpanjang Kontrak dengan Persija Jakarta
-
Andritany Ardhiyasa Bertahan di Persija, Siap Bantu Macan Kemayoran Kejar Gelar Juara
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan