Tan Cheng Hoe baru ditunjuk menjadi pelatih timnas Malaysia pada tahun 2017. Sementara juru taktik Indonesia, Simon McMenemy dikontrak PSSI mulai tahun 2018.
Tan dan Simon sebelumnya tidak pernah bersaing di lapangan hijau, baik ketika menangani timnas maupun klub.
Artinya, kedua pelatih masih meraba-raba taktik dan strategi masing-masing. Meski diakui bahwa Simon lebih memiliki kejutan setelah memutuskan untuk menjalani dua pertandingan uji coba, melawan Persika Karawang dan Bhayangkara FC, secara tertutup. Timnas Indonesia memenangi semua pertandingan itu.
Timnas Malaysia memilih untuk melakoni uji coba secara terbuka, yaitu menghadapi Yordania di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (30/8/2019). Simon McMenemy bahkan menyaksikan langsung pertandingan tersebut di stadion.
"Malaysia memiliki standar tinggi," tutur Simon usai melihat laga yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Yordania seperti dimuat Antara.
Dari sisi pemain, baik Malaysia dan Indonesia memiliki deretan nama-nama pemain naturalisasi yang mungkin saja keluar sebagai penentu hasil pertandingan.
Di kubu Indonesia ada Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly dan Osas Saha. Di sisi Malaysia, ada Mohamadou Sumareh, Matthew Davis, Brendan Gan dan La'Vere Corbin-Ong.
Tan dan McMenemy Gemar Bermain dengan Penyerang Tunggal
Tan Cheng Hoe dan Simon McMenemy merupakan pelatih yang gemar menempatkan penyerang tunggal di lapangan.
Baca Juga: Otavio Dutra Doakan Timnas Indonesia Raih Kemenangan atas Malaysia
Di sini, Tan berharap banyak pada pemain berpengalaman yang sudah lebih dari 50 kali memperkuat timnas Malaysia, Norshahrul Idlan Talaha.
Norshahrul, yang mencetak satu gol saat Malaysia takluk 5-1 dari Indonesia di fase grup Piala AFF 2010, juga diturunkan saat Malaysia dikalahkan Yordania pada Jumat (30/8/2019).
Soal penyerang, timnas Indonesia memiliki seorang Alberto 'Beto' Goncalves. Walau sudah berusia 38 tahun, Beto belum kehilangan ketajamannya sebagai juru gedor.
Baru dinaturalisasi pada tahun 2018, Beto sudah mencetak 12 gol di 12 penampilannya untuk timnas Indonesia, termasuk timnas U-23.
Untuk membantu kinerja Beto, Simon McMenemy yang gemar memakai formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1 memiliki gelandang serang sekaliber Stefano Lilipaly.
Di tengah ketidakpastian tampilnya Osas Saha yang masih berkutat dengan pemulihan cedera, Beto dan Lilipaly tentu menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan Malaysia.
Selain mereka, tentu saja ada Irfan Bachdim. Pemain yang bertemu Norshahrul di Piala AFF 2010 ini juga mempunyai teknik mumpuni dan pengalaman yang cukup untuk mengacak-acak pertahanan Malaysia.
Akan tetapi, Malaysia sudah siap untuk itu. Tan Cheng Hoe cukup percaya diri dengan barisan belakang skuatnya yang mengandalkan La'Vere Corbin-Ong dan Matthew Davies.
Sektor tengah yang bakal menjadi filter serangan Indonesia pun semakin kuat dengan kehadiran kembali Brendan Gan yang pulih dari cedera panjang sejak tahun 2016. Begitu pula dengan Mohamadou Sumareh yang terkenal dengan kecepatannya.
Puluhan ribu suporter Indonesia yang akan memadati SUGBK juga tidak dipermasalahkan oleh kapten tim berjuluk Harimau Malaya.
"Itu bukan masalah besar. Para pemain Malaysia sering menghadapi tekanan suporter di Liga Malaysia," kata kapten timnas Malaysia Mohd Faizal Marlias seperti dimuat Antara.
Pertarungan Indonesia versus Malaysia diprediksi berimbang dari sisi teknis. Dengan demikian, mental bertanding menjadi teramat penting karena bisa menjadi penentu.
Berita Terkait
-
Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuk DPR, Timnas Indonesia Segera Dapat Amunisi Baru
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026
-
Patut Ditiru! Cara Hajime Moriyasu Motivasi Pemain Jepang Usai Imbang Lawan Belanda
-
Sihir Hajime Moriyasu: Taktik 'Langka' Timnas Jepang Bikin Belanda Gigit Jari
-
Di Balik Swedia Bantai Tunisia, Yasin Ayari Menghancurkan Tanah Kelahiran Sang Ayah