Bola / Bola Indonesia
Kamis, 05 September 2019 | 15:32 WIB
Kolase foto latihan timnas Indonesia dan Malaysia [Antara]

Tan Cheng Hoe baru ditunjuk menjadi pelatih timnas Malaysia pada tahun 2017. Sementara juru taktik Indonesia, Simon McMenemy dikontrak PSSI mulai tahun 2018.

Tan dan Simon sebelumnya tidak pernah bersaing di lapangan hijau, baik ketika menangani timnas maupun klub.

Artinya, kedua pelatih masih meraba-raba taktik dan strategi masing-masing. Meski diakui bahwa Simon lebih memiliki kejutan setelah memutuskan untuk menjalani dua pertandingan uji coba, melawan Persika Karawang dan Bhayangkara FC, secara tertutup. Timnas Indonesia memenangi semua pertandingan itu.

Timnas Malaysia memilih untuk melakoni uji coba secara terbuka, yaitu menghadapi Yordania di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat (30/8/2019). Simon McMenemy bahkan menyaksikan langsung pertandingan tersebut di stadion.

"Malaysia memiliki standar tinggi," tutur Simon usai melihat laga yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Yordania seperti dimuat Antara.

Dari sisi pemain, baik Malaysia dan Indonesia memiliki deretan nama-nama pemain naturalisasi yang mungkin saja keluar sebagai penentu hasil pertandingan.

Di kubu Indonesia ada Victor Igbonefo, Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly dan Osas Saha. Di sisi Malaysia, ada Mohamadou Sumareh, Matthew Davis, Brendan Gan dan La'Vere Corbin-Ong.

Penjaga gawang timnas Indonesia Andritany Ardhiyasa (kiri), pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy (kedua kiri), pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe (kedua kanan), dan kapten tim Malaysia Mohd Farizal Marlias (kanan) dalam jumpa pers jelang kedua tim berhadapan di babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (4/9/2019). [Suara.com/Adie Prasetyo]

Tan dan McMenemy Gemar Bermain dengan Penyerang Tunggal

Tan Cheng Hoe dan Simon McMenemy merupakan pelatih yang gemar menempatkan penyerang tunggal di lapangan.

Baca Juga: Otavio Dutra Doakan Timnas Indonesia Raih Kemenangan atas Malaysia

Di sini, Tan berharap banyak pada pemain berpengalaman yang sudah lebih dari 50 kali memperkuat timnas Malaysia, Norshahrul Idlan Talaha.

Norshahrul, yang mencetak satu gol saat Malaysia takluk 5-1 dari Indonesia di fase grup Piala AFF 2010, juga diturunkan saat Malaysia dikalahkan Yordania pada Jumat (30/8/2019).

Soal penyerang, timnas Indonesia memiliki seorang Alberto 'Beto' Goncalves. Walau sudah berusia 38 tahun, Beto belum kehilangan ketajamannya sebagai juru gedor.

Baru dinaturalisasi pada tahun 2018, Beto sudah mencetak 12 gol di 12 penampilannya untuk timnas Indonesia, termasuk timnas U-23.

Untuk membantu kinerja Beto, Simon McMenemy yang gemar memakai formasi 3-4-3 atau 4-2-3-1 memiliki gelandang serang sekaliber Stefano Lilipaly.

Di tengah ketidakpastian tampilnya Osas Saha yang masih berkutat dengan pemulihan cedera, Beto dan Lilipaly tentu menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan Malaysia.

Pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy (kanan) berbincang dengan pemain Timnas Stefano Lilipaly (tengah) dan Irfan Bachdim sebelum berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (1/9/2019). Latihan tersebut sebagai persiapan melawan Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 September mendatang dalam rangka kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Selain mereka, tentu saja ada Irfan Bachdim. Pemain yang bertemu Norshahrul di Piala AFF 2010 ini juga mempunyai teknik mumpuni dan pengalaman yang cukup untuk mengacak-acak pertahanan Malaysia.

Akan tetapi, Malaysia sudah siap untuk itu. Tan Cheng Hoe cukup percaya diri dengan barisan belakang skuatnya yang mengandalkan La'Vere Corbin-Ong dan Matthew Davies.

Sektor tengah yang bakal menjadi filter serangan Indonesia pun semakin kuat dengan kehadiran kembali Brendan Gan yang pulih dari cedera panjang sejak tahun 2016. Begitu pula dengan Mohamadou Sumareh yang terkenal dengan kecepatannya.

Puluhan ribu suporter Indonesia yang akan memadati SUGBK juga tidak dipermasalahkan oleh kapten tim berjuluk Harimau Malaya.

"Itu bukan masalah besar. Para pemain Malaysia sering menghadapi tekanan suporter di Liga Malaysia," kata kapten timnas Malaysia Mohd Faizal Marlias seperti dimuat Antara.

Pertarungan Indonesia versus Malaysia diprediksi berimbang dari sisi teknis. Dengan demikian, mental bertanding menjadi teramat penting karena bisa menjadi penentu.

Load More