Suara.com - Caretaker Persija Jakarta, Sudirman, angkat bicara terkait permainan sang bomber, Marko Simic yang terlihat sudah mulai bisa dibaca lawan.
Sudirman mengakui bahwa penyerang asal Kroasia tersebut memang tampil kurang greget di beberapa laga terakhir Persija.
Ya, ini termasuk saat Persija menantang sang tamu, Barito Putera pada laga pekan ke-20 Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Senin (23/9/2019) sore, di mana Simic praktis tidak mendapatkan celah hampir di sepanjang laga.
Pergerakan striker Persija bernomor punggung sembilan itu berhasil dimatikan oleh penggawa Barito Putera.
Meski pada akhirnya Persija berhasil mengamankan kemenangan vital 1-0 pada laga tersebut, di mana gol tunggal dicetak winger Heri Susanto, Simic sendiri memang tidak bisa berbuat banyak.
Walaupun menyoroti performa Simic, namun Sudirman meyakini bahwa penyerang berusia 31 tahun itu tetap berkontribusi untuk membantu Persija menang.
Menurut pengganti Julio Banuelos, pelatih kepala yang dipecat Persija baru-baru ini tersebut, Simic tetaplah striker berbahaya mengingat dia merupakan salah satu pencetak gol terbanyak sejauh ini di Liga 1 2019.
"Apapun itu, Simic adalah pemain yang ada dalam tim ini, dia salah satu striker yang sangat dibutuhkan tim. Memang di beberapa pertandingan ke belakang dia main kurang greget, harus diakui," buka Sudirman.
"Kami, tim pelatih, menyadari hal tersebut. Tapi saya yakin Simic profesional dan dia tahu kerja untuk tim. Apapun itu, dia tetaplah striker berbahaya, dia kembali masuk daftar top skor Liga 1 musim ini," celoteh sang caretaker.
Baca Juga: 5 Berita Bola Hits: Calon Lawan Timnas Indonesia U-16 di Piala Asia
"Tadi (di laga kontra Barito), Alhamdulillah dia mau kerja walau tidak dapat peluang. Paling tidak dia mau kerja untuk memperlambat bola, sehingga teman-teman dia dapat terbantu dari kerja kerasnya," papar Sudirman.
Pertandingan ini sendiri menjadi debut Sudirman sebagai caretaker Persija.
Dengan kemenangan tipis 1-0, ia sukses membawa Macan Kemayoran --julukan Persija-- keluar dari zona degradasi dan naik ke peringkat ke-13 klasemen sementara Liga 1 2019 dengan koleksi 20 poin dari 18 laga.
Berita Terkait
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Doa Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Jelang Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Shin Tae-yong Akui Pemain Asing Baru Persija Belum Memuaskan, Kenapa?
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit
-
Berbeda dengan Persib, Nasib Persija di Piala Presiden 2026 di Ujung Tanduk
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka