Suara.com - Pelatih tim nasional Vietnam Park Hang-Seo mengatakan, dirinya mewaspadai lima pemain timnas Indonesia menjelang pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang akan digelar di Bali, Selasa (15/10/2019).
"Saya menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Thailand di Jakarta. Ketika itu, saya melihat ada beberapa pemain yang harus diwaspadai yakni yang bernomor 9, 10, 15 dan 17. Selain itu, saya juga mengetahui Indonesia kedatangan satu bek naturalisasi dari Brazil," ujar Park dalam konferensi pers sebelum pertandingan di Sanur, Bali, Senin (14/10/2019).
Para pemain yang disebutkan Park adalah Alberto Goncalves (nomor 9), Stefano Lilipaly (10), Osas Saha (15) dan Irfan Bachdim (17).
Khusus Osas, dia memang bermain saat Indonesia menghadapi Thailand, tetapi tidak dipanggil untuk pertandingan kontra Uni Emirat Arab dan Vietnam.
Sementara bek tengah naturalisasi Brazil yang dimaksud Park adalah Otavio Dutra. Dutra baru bergabung dengan timnas Indonesia pada Sabtu (12/10/2019) setelah proses naturalisasinya rampung.
Menurut Park, nama-nama yang disebutnya memiliki kualitas yang bisa membahayakan pertahanan skuatnya.
"Seperti nomor 17 yang memiliki tendangan bebas akurat. Kami harus memerhatikan hal-hal seperti ini," tutur Park seperti dimuat Antara.
Park Hang-Seo menambahkan, kehadiran pemain naturalisasi seperti Alberto Goncalves, Stefano Lilipaly dan Otavio Dutra membuat Indonesia semakin kuat.
"Indonesia sangat kuat karena ada pemain naturalisasi dari Belanda, Brazil. Kami harus fokus sepanjang pertandingan untuk menang," kata dia.
Baca Juga: Perundingan Nuklir Korut Buntu, Timnas Korsel Tetap Tandang ke Pyongyang
Tim nasional Vietnam membutuhkan tiga angka penting dalam pertandingan versus Indonesia, yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019), mulai pukul 18.30 WIB, demi memuluskan jalan ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Mereka memiliki modal yang bagus sebelum menghadapi Indonesia setelah mencatatkan kemenangan 1-0 atas Malaysia pada Kamis (10/10/2019) di kandang sendiri. Vietnam pun kini menduduki peringkat ketiga Grup G dengan empat poin dari dua pertandingan.
Sementara Indonesia menghuni posisi kelima atau juru kunci klasemen Grup G dengan nol poin hasil tanpa kemenangan dari tiga laga.
Tag
Berita Terkait
-
Profil dan Sepak Terjang Robin Veldman Pelatih Baru Mees Hilgers di SC Heerenveen
-
Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
-
Alasan SC Heerenveen Kontrak Mees Hilgers 2 Tahun Singgung Timnas Indonesia
-
Hasil Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Gagal Jinakkan Malaysia, Buang Sejumlah Peluang Emas
-
Here We Go! Diusir FC Twente, Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar