Suara.com - Nova Arianto akan belajar bahasa Korea usai resmi ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia, untuk membantu kerja pelatih kepala Shin Tae-yong yang memang berkebangsaan Korea Selatan.
"Saya akan sedikit-sedikit belajar bahasa Korea untuk membantu komunikasi dengan pelatih kepala," ungkap Nova sebagaimana dilansir Antara.
Nova mengakui jika faktor bahasa memang akan jadi kendala dirinya dalam menunaikan tugas bersama Shin Tae-yong.
Meski demikian, eks fullback Persebaya Surabaya, Persib Bandung dan Timnas Indonesia itu yakin permasalahan itu dapat teratasi.
Sebab, selain karena dia akan menekuni bahasa Korea, menurut Nova sepakbola adalah bahasa universal.
"Saya berpikir bahasa sepakbola akan banyak membantu," tutur Nova.
Selain Nova, Indra Sjafri yang merupakan pelatih kepala Timnas Indonesia U-23 juga dipastikan menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong di timnas senior.
Khusus Nova Arianto, penunjukkannya sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia di rezim Shin Tae-yong membuat rekam jejak pria berusia 41 tahun itu di persepakbolaan nasional semakin panjang.
Sebelumnya, pada 2019 Nova merupakan 'tangan kanan' Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-23.
Baca Juga: Brendan Rodgers Blok Transfer James Maddison ke Manchester United
Nova turut membantu Witan Sulaeman dan kawan-kawan merengkuh gelar juara Piala AFF U-22 dan merebut medali perak sepakbola putra SEA Games 2019.
Berita Terkait
-
Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu
-
Timnas Indonesia Gabung di Grup A Piala Asia U-17 2027, Lawannya Ngeri-ngeri Sedap
-
Begini Kata PSSI Soal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
-
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Masa Depan John Herdman Jadi Sorotan
-
Jelang Launching Tim, Persija Jakarta Sudah Tidak Lagi Datangkan Pemain Baru?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan