News / Nasional
Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:02 WIB
Sejumlah driver ojek online mengaku kecewa dengan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang disebut pergi begitu saja setelah mereka diterima oleh pimpinan DPR RI. (tangkap layar/ ist)
Baca 10 detik
  • Relawan ojol Melva Pardede menduga ada kesepakatan transaksional antara pimpinan DPR dan AMPB di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
  • Dugaan tersebut muncul karena AMPB langsung membubarkan diri usai mendapat komitmen pengesahan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026.
  • Melva merasa kecewa lantaran massa AMPB pulang tanpa berterima kasih kepada pengemudi ojek online yang telah membantu mereka.

Suara.com - Sejumlah relawan ojek online (ojol) menduga ada kesepakatan bernuansa transaksional dalam audiensi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan pimpinan DPR RI, Kamis (27/8/2026).

Dugaan tersebut disampaikan salah satu relawan ojol, Melva Pardede, setelah massa AMPB membubarkan diri dan meninggalkan kawasan Gedung DPR RI usai melakukan audiensi dengan pimpinan DPR.

Melva mengaku kecewa dengan keputusan Koordinator AMPB Supriyono alias Botok yang memilih menerima hasil audiensi dan kemudian membawa massa membubarkan diri. Menurut dia, keputusan tersebut tidak sebanding dengan perjuangan para relawan yang telah membantu AMPB selama berada di Jakarta.

"Hasilnya (audiensi) tidak memuaskan untuk seluruh masyarakat Indonesia, hanya untuk Pati saja memuaskan," kata Melva kepada Suara.com di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Melva menduga ada sejumlah kesepakatan yang beraroma transaksional antara Botok dan pihak legislator dalam audiensi tersebut.

Dugaan itu, menurut Melva, semakin membuat dirinya kecewa setelah rombongan AMPB memilih meninggalkan lokasi aksi usai mendapat komitmen dari DPR terkait penyelesaian RUU Perampasan Aset.

"Balik duluan tanpa ada rasa terima kasih buat para driver ojol yang sudah menolong dia pada saat diciduk polisi. Kalian luar biasa. Hanya karena rupiah kalian tinggalkan kami di sini," ujar Melva.

Melva juga menyinggung adanya donasi berupa uang tunai yang diterima AMPB selama berada di Jakarta. Ia mengatakan para driver ojol tidak pernah meminta imbalan meski ikut membantu mengawal rombongan dan memenuhi kebutuhan logistik AMPB.

"Kalian gak ada terima kasih, kalian setelah ACC di dalam hanya tuhan yang tahu, kenapa rekening bank kalian diblokir? tuhan tahu kalian busuk," katanya.

Baca Juga: Terima Komitmen DPR, Massa AMPB Siap Kembali Aksi jika Janji Tak Ditepati

Melva menilai keputusan AMPB untuk membubarkan diri setelah audiensi menimbulkan pertanyaan di kalangan relawan ojol yang selama ini turut membantu perjuangan mereka.

"Saya warga Jakarta kami marah besar, kecewa. Rekan saya di sini kecewa. Kalian belum selesai main pulang aja. Mana janjinya," katanya menambahkan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kedua kiri) bersama Saan Mustopa (kiri) berjabat tangan dengan perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Teguh Istiyanto (kanan) dan Supriyono (kedua kanan) alias Botok saat audiensi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/sgd/tom]

Selain itu, Melva menyebut dirinya dan rekan-rekan ojol mengetahui adanya sejumlah pihak yang memberikan donasi kepada AMPB selama berada di Jakarta.

"Kami kecewa gak seusai ekpetasi, mereka hanya nyampah di sini. Mereka diberikan donasi, ada yang memberikan uang segepok, kami warga Jakarta gak minta. Tapi cara kalian sudah memberaki muka kami," katanya.

Dugaan mengenai adanya kesepakatan bernuansa transaksional tersebut merupakan pernyataan dari Melva. Belum terdapat keterangan atau bukti dalam bahan ini yang menunjukkan adanya transaksi antara AMPB dan pimpinan DPR.

Dalam audiensi tersebut, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok bersama sejumlah perwakilan menyampaikan aspirasi terkait pemberantasan korupsi, terutama desakan agar RUU Perampasan Aset segera disahkan.

Pimpinan DPR menyatakan komitmen untuk menyelesaikan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Komitmen tersebut dituangkan dalam kesepakatan tertulis dan disaksikan perwakilan AMPB.

Setelah menerima komitmen tersebut, massa AMPB kemudian membubarkan diri dan meninggalkan kawasan Gedung DPR RI. Sementara itu, kelompok massa lainnya masih bertahan di sekitar lokasi aksi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Supriyono alias Botok maupun pihak DPR terkait dugaan kesepakatan bernuansa transaksional yang disampaikan Melva.

Load More