Suara.com - PSM Makassar akan berhadapan dengan Kaya Iloilo FC pada laga matchday ketiga Grup H Piala AFC 2020 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020) sore. Pelatih PSM, Bojan Hodak mengakui bakal sulit mengalahkan wakil Filipina itu meski timnya bermain kandang.
Ini tidak lepas dari jadwal padat yang dijalani oleh PSM. Terakhir, Juku Eja --julukan PSM-- baru saja berhadapan dengan tuan rumah Persita Tangerang akhir pekan lalu, pada laga pekan kedua Liga 1 2020 yang berkesudahan 0-0.
Selain itu, Pasukan Ramang --julukan PSM Makassar lainnya-- juga harus kehilangan kapten mereka, Wiljan Pluim yang terkena akumulasi kartu serta penyerang Ezra Walian yang memang tak bisa tampil di Piala AFC 2020.
"Pertandingan besok adalah pertandingan yang bakal sulit dan keras bagi PSM Makassar," buka Pelatih Kepala PSM, Bojan Hodak dalam jumpa pers sehari jelang pertandingan.
"Seperti yang kita ketahui bahwa empat pertandingan harus kita jalani dalam 10 hari terakhir. Kita juga memiliki pemain yang tidak bisa tampil seperti kapten (Wiljan Pluim) yang terkena hukuman, dan Ezra (Walian) yang tidak bisa tampil karena masalah paspor," sambung pelatih bertubuh gempal itu.
"Dua pemain kita juga sedang sakit setelah melawan Persita Tangerang. Tapi dalam pertandingan besok, saya sudah tahu siapa yang bisa saya mainkan," tukas Hodak.
Sementara itu, penyerang PSM Makassar, Ferdinand Sinaga mengaku ia dan rekan-rekannya sudah siap untuk bertanding. Strategi dan arahan yang diberikan oleh pelatih juga telah dilakukan satu tim.
"Kita semua pemain sudah siap. Kami sudah menyiapkan mental untuk pertandingan besok. Kami siap tampil," sesumbar Ferdinand.
"Kami akan mengikuti instruksi dari pelatih dari menit pertama sampai pertandingan selesai, untuk memberikan yang terbaik dalam pertandingan," tandas penyerang berdarah Sumatera Utara itu.
Baca Juga: PSM Makassar vs Kaya Iloilo Dipastikan Tanpa Penonton di Stadion Madya
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Bojan Hodak Tinggalkan Persib, Kasih Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Igor Tolic Angkat Bicara Usai Ditunjuk Jadi Pelatih Persib Bandung
-
Persib Bandung Terancam Ditinggal Pilar Utama, Federico Barba Dapat Tawaran dari Liga Yunani
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza