Suara.com - Penyerang Juventus asal Brasil Douglas Costa mengatakan bahwa ia pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan sepak bila karena ia terus-menerus dibekap cedera.
Pemain berusia 29 tahun itu pernah dianggap sebagai salah satu talenta muda paling cemerlang di dunia namun ia gagal memenuhi janjinya di tengah serangkaian masalah hamstring, betis, dan lutut.
"Ada saat-saat ketika saya berpikir: 'Bisakah saya tetap bermain?'" kata Costa kepada The Players' Tribune.
"[Itu] karena saya keluar ke lapangan dan mengalami cedera lagi," katanya seperti dikutip Xinhua, Selasa (26/5/2020).
"Lalu, ketika saya menyaksikannya di TV, saya ingat ini adalah hasrat saya dan bahwa saya masih bisa main pada level atas. Ini yang membuat saya tetap hidup, saya tahu sepak bola mudah bagi saya. Ini tidak ada hubungannya dengan uang atau menjadi terkenal.
"Intinya adalah melakukan apa yang Anda nikmati dan senang melakukannya. Itu lah tujuan saya. Saya bercanda dengan Alex Sandro bahwa saya lebih banyak melakukan pemindaian dibanding memainkan pertandingan."
Costa, yang sudah bermain 31 kali bagi tim nasional Brasil, hanya tampil 43 kali pada semua kompetisi bagi Juventus dalam dua tahun terakhir.
Ia mengatakan telah menyewa pelatih mental untuk membantu menangani efek psikologis dari cedera.
"Orang mengatakan, 'Douglas mempunyai potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia, namun cedera menahannya'. Itu mengganggu saya," kata mantan pemain Gremio, Shakhtar Donetsk dan Bayern Munich itu.
Baca Juga: Pemain Persija Sandi Arta Jalankan Instruksi Shin Tae-yong Saat Lebaran
"Saya punya potensi untuk menjadi pemain top, namun karena alasan di luar kendali saya, saya tidak bisa."
"Setiap kali saya cedera, saya bertanya pada diri sendiri: 'Kesalahan apa yang saya lakukan?' Saya bertanya-tanya mengapa saya tidak bisa bermain secara konsisten. Ini sesuatu yang menyakiti saya. Oleh karena itu, saya minta bantuan. Saya tidak tahu apakah Anda pernah mendengar tentang pelatih mental. Mereka bukan psikolog, tapi mereka menunjukkan pada Anda bagaimana fakta masa kecil masih bisa memengaruhi Anda."
Berita Terkait
-
Nasib Sial Kevin Diks: Dibekap Cedera, Gladbach Terancam Degradasi
-
Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli
-
Klasemen Liga Italia: Inter Makin Kokoh di Puncak, Napoli Tertahan, AC Milan Tumbang
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
-
Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Link Live Streaming Bayern Munich vs Real Madrid: Laga Hidup Mati Sesungguhnya!
-
Bojan Hodak Beberkan Kondisi Persib Bandung Usai Kalahkan Bali United
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?
-
Rahasia Dibongkar Diego Simeone: Ini Faktor X di Balik Comeback Atletico Singkirkan Barcelona
-
Drawing Piala Asia 2027 Digelar di Riyadh, Timnas Indonesia Terancam Hadapi Raksasa di Fase Grup
-
Tak Terima Barcelona Tersingkir dari Liga Champions, Joan Laporta Bakal Gugat UEFA
-
Hasil Piala AFF U-17 2026: Banjir Gol, Timnas Laos Kandaskan Perlawanan Filipina
-
Petaka Timnas Perancis, Striker Rp 1,7 Triliun Absen di Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
-
Kurniawan Beberkan Evaluasi Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia