- Komika Pandji Pragiwaksono mengkritik pernyataan Presiden Prabowo terkait praktik keterlibatan partai politik dalam tender proyek pemerintah.
- Prabowo secara terbuka menyatakan telah menginstruksikan para menteri agar tidak mendiskriminasi partai politik oposisi dalam memenangkan tender pemerintah.
- Pandji mempertanyakan transparansi tender negara dan mekanisme pendanaan partai politik yang diduga memanfaatkan proyek pemerintah tersebut.
Suara.com - Komika Pandji Pragiwaksono melontarkan kritik tajam terkait pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menyinggung soal keterlibatan partai politik dalam tender-tender pemerintah.
Pandji menilai pernyataan tersebut merupakan pengakuan terbuka atas praktik yang selama ini jarang diakui di ruang publik.
Melalui unggahan videonya di Instagram, Pandji menanggapi bagian pidato Prabowo di depan Rapat Paripurna DPR dengan agenda pembacaan kerangka ekonomi RAPBN 2027 beberapa waktu lalu.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menceritakan instruksinya kepada para menteri untuk tetap membolehkan partai oposisi, seperti PDIP, memenangkan tender pemerintah atas dasar balas budi politik dan jasa Megawati Soekarnoputri di masa lalu.
“Again, he is saying the quiet part out loud (lagi-lagi dia mengungkapkan apa yang seharusnya dirahasiakan),” ujar Pandji dalam videonya dilihat Suara.com, Sabtu (30/5/2026).
Pandji menekankan, bahwa pernyataan tersebut secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa partai-partai politik, termasuk Gerindra dan partai koalisinya, memang "bermain" dalam proyek-proyek pengadaan barang dan jasa milik pemerintah.
Ia menyayangkan pernyataan Prabowo tersebut. Menurutnya tender pemerintah seharusnya didasarkan pada profesionalisme dan transparansi, bukan karena afiliasi politik atau kedekatan personal.
"Beliau mengaku secara terbuka bahwa dalam tender-tender pemerintahan yang seharusnya dipilih karena profesional dan bersih, dan enggak main orang dalam... beliau mengaku bahwa tender-tender pemerintah ini terafiliasi sama partai," tegas Pandji.
Lebih lanjut, Pandji mempertanyakan urgensi dan tujuan partai politik ikut campur dalam urusan tender negara.
Baca Juga: Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
Ia melontarkan tiga pertanyaan krusial yang menurutnya harus dijawab oleh Prabowo sendiri.
- Untuk apa partai politik ikut serta dalam tender pemerintah?
- Untuk membiayai apa hasil dari kemenangan tender tersebut bagi partai?
- Apa solusi konkret untuk menghindari kondisi di mana partai politik ikut bermain dalam tender di masa depan?
Di akhir pernyataannya, Pandji merasa heran mengapa isu krusial seperti ini tidak ramai dibahas di media massa atau media sosial.
Padahal, menurutnya, pengakuan ini membuka tabir bagaimana mekanisme pendanaan dan operasional partai politik di Indonesia bekerja melalui proyek-proyek negara.
"Ini enggak ada yang bahas, ini enggak ada yang ngomongin, dan ini enggak ada yang nge-klip," tutup Pandji.
Unggahan ini sebenarnya potongan pernyataan Pandji yang secara utuh diupload di akun Youtubenya. Ia mempertanyakan mengapa tidak ada yang mempersoalkan pernyataan Prabowo soal tender pemerintah, justru malah menyoroti hal lain yang dianggap kurang penting.
"Ketika Presiden @prabowo pidato di Rapat Paripurna DPR, banyak orang ngeklip beliau ngomong "... anjing!" & salah sebut naikin gaji guru 300% tapi justru omongan PALING kontroversial malah ga ada yg ramein. Presiden RI sendiri mengonfirmasi praktek yg selama ini kita curigai tapi tidak pernah terungkap. Mana clipper2 kita? Lengkapnya tonton di youtube gue ya," tulis keterangan Pandji dalam unggahannya di Instagram dengan menyertai cuplikan pernyataannya tersebut.
Berita Terkait
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme