Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti memiliki aturan tersendiri agar anak asuhannya tidak asal ketika sedang bermain media sosial. Bagi Bima, media sosial bisa mempengaruhi mental pemain.
Mantan kapten Timnas Indonesia era 1990-an ini membatasi pemainnya menggunakan telepon genggam selama training camp (TC) atau pemusatan latihan di Bekasi. Sebagaimana diketahui, TC sudah dilakukan sejak 6 hingga 29 Juli mendatang.
Bima Sakti mengungkapkan bahwa telepon genggam milik para pemainnya disita setiap harinya. Hape tersebut baru dikembalikan setelah shalat Ashar dan diambil kembali pukul 21.00 WIB.
"Untuk sekarang memang kita wanti-wanti benar untuk media sosial ya karena ini sangat berpengaruh juga ke mental pemain, karena saya tidak mau ini pemain saya mulai dikenal orang, kemudian follower instagramnya juga sudah semakin meningkat," kata Bima Sakti saat jumpa pers virtual, Sabtu (18/7/2020).
"Jadi saya sudah wanti-wanti mereka, kita juga batasi pemain. Kalau tidak percaya kamu bisa telepon salah satu pemain saya, kalau mereka pegang hape berarti mereka kena denda," jelasnya.
"Hape dikumpulkan semua hari ini, nanti setelah sholat ashar mereka baru boleh megang sampai jam 9 karena ini malam minggu juga, mereka mungkin mau berkomunikasi dengan orang tua, jadi mereka tidak ada pegang siang ini karena habis makan siang saya ambil, mereka harus istirahat karena tadi habis latihan juga lumayan berat, jadi mereka harus bijak untuk menggunakan media sosial mereka," ucapnya.
Untuk meningkat kelancaran berkomunikasi pemain, Bima juga mendatangkan seorang presenter yaitu Tio Nugroho untuk memberikan pembelajaran. Bagi mantan pemain Persegres Gresik United ini hal tersebut penting dilakukan agar pemain bisa berbicara ketika dihadapkan dengan suatu hal, salah satunya awak media.
"Minggu kemarin saya juga sudah mengundang salah satu presenter ya Tio Nugroho untuk memberikan edukasi buat pemain, untuk masalah public speaking. Jadi saya ingin persiapkan mereka juga, memberikan pengetahuan buat mereka juga bagaimana berbicara di depan media, sama wartawan nanti mereka harus lebih sopan santun," pungkasnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Dijadwalkan Uji Coba Lawan Dua Tim Lokal
Berita Terkait
-
Eksploitasi Rasa Iba: Kenali Sadfishing sebagai Modus Baru Penipuan Digital
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen