Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB
Pt Isuzu Astra Motor Indonesia siap bersaing dengan merek baru di Indonesia dengan modal kualitas produk dan layanan purnajual. Foto: Isuzu GIGA FVR di GIIAS 2026. (Foto: IAMI)
BACA 10 DETIK
  • Isuzu siap bersaing dengan merek baru di Indonesia dengan modal kualitas produk dan layanan purnajual.
  • Penjualan wholesales Isuzu naik 26,6 persen menjadi 19.820 unit dengan Traga sebagai penopang utama hingga Agustus 2026.
  • Pabrik Isuzu di Karawang berhasil mencapai produksi kumulatif sebanyak 300.000 unit kendaraan pada Juli 2026.

Suara.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) optimistis kualitas produk, layanan purnajual dan solusi proaktif untuk pelanggan akan mampu membawa perusahaan untuk bersaing dengan para pendatang baru di pasar mobil komersial Indonesia.

Business Solutions Director PT IAMI Anjar Rosjadi pada pekan ini mengatakan Isuzu saat ini sudah memiliki posisi yang cukup kuat di pasar mobil niaga Indonesia sehingga bisa bersaing dengan merek-merek baru dari China.

"Konsumen di pasar kendaraan komersial punya pertimbangan yang unik. Yang pasti kami tawarkan value yang relevan kepada mereka," kata Anjar di ajang Astra Media Day awal pekan ini.

Ia mengatakan Isuzu fokus pada empat value utama. Pertama, adalah kualitas dan product fit - yang mengutamakan kualitas dan kecocokan produk dengan kebutuhan konsumen.

Kedua layanan purnajual yang andal dan cepat. Ketiga membangun hubungan dan layanan pelanggan yang, sehingga IAMI terus bisa mendukung pelanggan selama menggunakan produk Isuzu.

Terakhir menyediakan dukungan solusi bisnis yang bisa meningkatkan produktivitas konsumen.

Adapun pasar kendaraan komersial Indonesia mencapai 71.759 unit sepanjang Januari-Agustus 2026, meningkat 36,87 persen dari 52.430 unit pada periode sama tahun sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

Sementara Isuzu sendiri sudah menjual 19.820 unit mobil pada periode tersebut secara wholesales, naik 26,6 persen dari tahun lalu. Adapun market share Isuzu di pasar mobil Indonesia naik menjadi 3,3 persen dari sebelumnya 3,1 persen.

Isuzu Traga masih menjadi tulang punggung penjualan IAMI di Indonesia. Pangsa pasar Isuzu Traga tercatat 50,3 persen pada segmennya, sedangkan Elf sebesar 18,9 persen dan Giga 18,3 persen hingga Agustus 2026.

Anjar mengatakan pertimbangan pelaku usaha dalam membeli kendaraan komersial kini tidak hanya berkaitan dengan spesifikasi dan harga, tetapi juga biaya operasional per kilometer, kapasitas muatan, efisiensi bahan bakar, waktu operasional kendaraan, pengembalian investasi, nilai jual kembali, serta layanan purnajual.

Menurut dia, waktu operasional kendaraan berkaitan langsung dengan produktivitas pelaku usaha karena kendaraan yang berhenti beroperasi dapat menghambat kegiatan bisnis dan berdampak terhadap pendapatan.

Selain dari sisi pasar, IAMI mencatat produksi kumulatif di Isuzu Karawang Plant telah mencapai 300.000 unit pada Juli 2026. Fasilitas tersebut juga digunakan untuk memproduksi kendaraan UD Trucks.

"Ini tidak hanya sekadar suatu pencapaian produksi, tetapi merupakan bagian dari perjalanan panjang Isuzu di dalam membangun kemampuan manufacturing di Indonesia," ujar Anjar.

Perusahaan juga mencatat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Isuzu Traga sebesar 46,45 persen, Elf 33,04 persen, dan Giga 38,07 persen.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com