Suara.com - Timnas Indonesia U-19 masih terus digembleng dalam training camp (TC) di Kroasia, meski telah cukup lama berada di Negeri Balkan dan telah menjalani sederet laga uji coba.
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong mengungkapkan jika para pemain pekan ini mulai fokus melakukan latihan penguatan otot serta power.
Setelah TC di Kroasia dimulai pada akhir Agustus lalu, Shin Tae-yong merasa kekuatan otot para pemain masih kurang. Ini terlihat saat Witan Sulaeman dan kawan-kawan melakukan serangkaian uji coba.
Para pemain sering kalah ketika berduel dengan pemain lawan. Selain itu, Shin Tae-yong ingin fisik skuat Garuda Nusantara --julukan Timnas Indonesia U-19-- konsisten.
Materi yang dipilih sendiri adalah latihan gym. Hal ini bertujuan untuk semakin menguatkan otot dan power para pemain.
"Pekan ini kami fokus pemain untuk latihan beban. Untuk para pemain, mereka memang harus semakin kuat otot dan power-nya," kata Shin Tae-yong dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
"Selain itu, fisik dan stamina juga harus selalu dijaga konsistensinya agar tidak ada penurunan," tambah juru taktik asal Korea Selatan itu.
Timnas Indonesia U-19 saat ini sudah sebulan lebih berada di Kroasia. David Maulana dan kawan-kawan tidak hanya menjalani latihan, namun juga melakoni serangkaian laga uji coba.
Tim Garuda Nusantara total sudah menjalani tujuh laga uji coba; melawan Bulgaria (kalah 0-3), Kroasia (kalah 1-7), Arab Saudi (seri 3-3), Qatar (menang 2-1 dan seri 1-1), Bosnia (kalah 0-1), serta Dinamo Zagreb (menang 1-0).
Baca Juga: Imbas Kembali Ditangguhkannya Liga 1 2020, Gairah Skuat Persebaya Menurun
Rencananya, armada Shin Tae-yong akan melanjutkan TC ke Turki. Namun, masih belum diketahui kapan mereka akan berangkat dari Kroasia.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
-
Shin Tae-yong Buka Suara soal Hukuman Berat KFA: Ada Banyak Hal yang Tidak Adil
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
Shin Tae-yong Dilaporkan Kena Sanksi Berat KFA Terkait Dugaan Tindak Kekerasan
-
Bukan Juara, STY Ungkap Target Utama Persija di Piala Presiden 2026
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan
-
Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita
-
Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa
-
Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur
-
Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang
-
Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer
-
Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo
-
Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel
-
Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim