Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengakui gairah para pemainnya dalam latihan menurun imbas dari kembali ditangguhkannya kompetisi Liga 1 2020. Meski demikian, Aji menyatakan skuatnya akan tetap berlatih secara maksimal.
Manajemen Persebaya sendiri sejatinya telah memutuskan untuk meliburkan aktivitas tim untuk beberapa hari ke depan, lantaran kompetisi kembali ditunda.
Namun, ternyata skuat Bajul Ijo --julukan Persebaya Surabaya-- masih melakoni sesi latihan pada Kamis (1/10/2020) kemarin.
Yang menjadi masalah, Aji melihat para pemain kurang semangat dalam menjalani latihan.
Akan tetapi mantan pelatih Persela Lamongan itu memakluminya, lantaran sebelumnya semangat para pemain menghadapi pertandingan pertama di lanjutan Liga 1 2020 sangat besar, namun malah batal.
"Molornya jadwal berpengaruh pada pemain. Mereka selama satu bulan benar-benar serius mempersiapkan diri, tapi akhirnya liga diundur lagi. Jadi, ya mau bagaimana lagi?" kata Aji pasrah, sebagaimana disadur dari laman resmi Persebaya, Jumat (2/10/2020).
"Saya lihat ini juga gairah pemain tidak seperti biasanya, tapi itu normal. Karena persiapan mereka sudah cukup baik, kecewa itu normal," sambungnya.
Mantan pemain serta caretaker Timnas Indonesia tersebut menambahkan, para pemain Persebaya akan menjalankan program latihan seperti biasa, meski kompetisi kini tak jelas kapan akan bergulir lagi.
Hanya saja akan ada beberapa penyesuaian untuk intensitasnya.
Baca Juga: Hasil Lengkap Liga Spanyol dan Klasemen Usai Gelaran Pekan Keempat
"Dengan beberapa pertimbangan, kita akan tetap latihan seperti biasa. Karena hak-hak pemain juga dipenuhi dengan baik oleh manajemen, jadi wajib latihan," tegas pelatih yang juga pernah menukangi PSIM Yogyakarta itu.
"Meskipun nanti tidak setiap hari, nanti akan saya susun program. Entah dua hari atau tiga hari, nanti kita lihat," pungkas Aji.
Seperti diketahui, ditundanya Liga 1 2020 dikarenakan tidak keluarnya izin dari kepolisian untuk menggelar pertandingan-pertandingan.
Pandemi COVID-19 yang masih mengkhawatirkan di Tanah Air jadi alasan Polri menolak mengeluarkan izin keramaian.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!
-
Gabung Persebaya, Striker Timnas Ramadhan Sananta Kembali Asah Naluri
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Sesama Introvert, Samo Rafael & Shanna Shannon Diuji Bangun Chemistry di Film Dan Bandung
-
Kenapa Masalah Kecil Terasa Sangat Besar di Kepala?
-
Alasan Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove