Suara.com - Persiraja Banda Aceh mengharapkan PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi bisa memberikan kepastian kepada klub, apakah kompetisi Liga 1 2020 berlanjut atau tidak.
Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani menyatakan pihaknya siap menerima apa pun keputusan PSSI terkait nasib kompetisi Liga 1 2020.
"Persiraja ikut saja apa keputusan PSSI, kompetisi berlanjut atau tidak. Namun, keputusan PSSI ini harus jelas!" tutur Rahmat Djailani yang kini bersama skuat Persiraja bertahan di Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (13/10/2020).
Rahmat Djailani mengatakan, PSSI akan menggelar rapat di Yogyakarta dan rapat tersebut harus menjadi rapat pengambilan keputusan.
Menurutnya, rapat tersebut jangan lagi menjadi pertemuan meminta usulan klub-klub terkait apakah kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan atau tidak.
"Rapat harus menjadi ajang memutuskan apakah kompetisi dihentikan atau dilanjutkan. Kalau berlanjut, bagaimana jaminannya. Jangan jadi ajang buat usulan-usulan lagi," ketusnya.
Rahmat pun menegaskan, Persiraja sudah banyak merugi terkait ketidakpastian lanjutan Liga 1 2020. Apalagi persiapan sudah dilakukan skuat Persiraja sejak pertengahan Agustus lalu, yakni dengan kembali menggelar latihan secara grup.
Semula, kompetisi yang berhenti awal Maret 2020, dijadwalkan berlanjut awal bulan ini. Namun, kepolisian tidak memberi izin kompetisi Liga 1 dilanjutkan karena pandemi COVID-19.
"Padahal, Persiraja sudah siap dari jauh-jauh hari untuk mengikuti lanjutan kompetisi. Namun, beberapa hari jelang pertandingan, kompetisi malah ditunda lagi. Persiraja rugi banyak," sesal Rahmat.
Baca Juga: Latihan Keras Skuat Persija Usai Libur Dua Hari
Selain itu, psikologis para pemain Persiraja menurutnya juga terganggu karena ketidakjelasan kompetisi. Apalagi mereka jauh dari keluarga.
"Jadi, keputusan rapat nanti harus ada kepastian dari PSSI, apakah kompetisi berlanjut atau dihentikan. Kalau berlanjut, juga harus ada jaminan, baik soal keamanan maupun protokol kesehatan pencegahan COVID-19," tukas Rahmat.
Berita Terkait
-
Persiraja Banda Aceh Kembali Gagal Menang di Kandang, Pelatih Minta Maaf
-
Kebobrokan Liga 2 Bikin Andik Vermansyah Geram, PT LIB Lempar Bola ke Komdis PSSI
-
Siapa Andik Vermansyah yang Marah-marah di Medsos? Dulu Andalan Timnas Indonesia Kini Terdampar di Liga 2
-
Andik Vermansyah Ngamuk Colek Erick Thohir: Main Bola Kayak Jadi Wayang, Liga Bobrok!
-
Gara-gara Laga Internasional, PSSI Disanksi AFC Denda Ribuan Dollar
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan