Suara.com - Kisah menarik dibeberkan legenda Timnas Indonesia yang kini menjadi pelatih Persita Tangerang, Widodo C Putro, ketika masih menjadi pemain Persija Jakarta. Widodo flashback saat ia merasa kariernya sudah habis sebagai pemain, dan harus mengalah kepada penyerang-penyerang yang lebih muda.
Momen ini terjadi pada Liga Indonesia di musim 2001. Ketika itu, skuat Persija dihuni oleh empat striker, yakni trio BBG; Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Gendut Doni, serta tentu Widodo sendiri.
Bersaing dengan striker-striker muda, Widodo pun harus merelakan tempatnya di starting eleven Persija.
Meski demikian, pria yang kini berusia 49 tahun tersebut mengaku tidak baper, bahkan dirinya malah senang dengan peran sebagai mentor untuk ketiga striker muda Persija kala itu.
"Saya kala itu di tahun 2001 harus realistis. Masa saya sudah habis dan mendekati pensiun ketika itu. Bagaimana kontribusi saya memunculkan bibit pemain bagus, meskipun waktu itu saya belum menjadi pelatih," cerita Widodo di laman resmi Persija.
"Kebetulan ada tiga striker muda di Persija kala itu harus dibimbing. Nantinya mereka akan menggantikan peran saya, baik itu di klub maupun di timnas. Saya tentunya sebagai pemain senior harus jadi mentor mereka. Saya tak merasa tersaingi, saya justru senang waktu itu," bebernya.
Kontribusi Widodo berbuah manis. Persija behasil menjadi juara di musim 2001. Di musim tersebut, tim kesayangan Jakmania itu termahsyur dengan Bambang Pamungkas dan Budi Sudarsono sebagai duet maut di lini depan.
Dalam semusim, keduanya total mengoleksi 31 gol dan membawa Persija juara Liga Indonesia. Rinciannya, Si Piton --julukan Budi Sudarsono-- mengoleksi 16 gol, sementara Bepe mencetak 15 gol.
Widodo sendiri kala itu masih mampu menunjukkan kualitasnya meski mulai dimakan usia. Ia berhasil menyumbang lima gol untuk tim Macan Kemayoran.
Baca Juga: Digembleng Shin Tae-yong, Wonderkid Persija Akui Kemampuannya Meningkat
"Walaupun saya jarang main tidak masalah. Saya sangat senang untuk membimbing mereka untuk bisa mengembangkan karier," tegas Widodo lagi.
Berita Terkait
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Doa Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Jelang Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Shin Tae-yong Akui Pemain Asing Baru Persija Belum Memuaskan, Kenapa?
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Musda Golkar Sumsel Dibuka Ketum Bahlil, Perebutan Kursi Ketua Mengarah ke Andie DInialdie?
-
8 Tips Memilih Mobil Bekas yang Kondisi Mesin Masih Bagus, Jangan Asal Tergiur Murah
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing