Prabowo Ungkap Alasan Bentuk URI, Kumpulkan Lulusan Ber-IQ Tertinggi Jadi Birokrat

Kamis, 17 September 2026 | 16:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden/Maria Cicilia Galuh)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia untuk merekrut lulusan terbaik ber-IQ tertinggi menjadi aparatur negara.
  • Universitas Republik Indonesia yang didirikan pada Juli 2026 ini akan membawahi Lembaga Administrasi Negara dan berbagai akademi khusus pejabat.
  • Tujuan pendirian lembaga ini adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemerintahan serta memastikan sinkronisasi pusat dan daerah.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasannya membentuk Universitas Republik Indonesia di antaranya untuk mengumpulkan lulusan-lulusan terbaik dari berbagai kampus dengan IQ tertinggi yang kemudian akan dipersiapkan menjadi pegawai-pegawai kementerian/lembaga dan aparatur negara.

Prabowo melanjutkan, Universitas Republik Indonesia (URI) juga akan membawahi sejumlah lembaga terkait yang sudah ada, salah satunya Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ (URI, red.). Jadi, ini salah satu upaya kita," kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan salah satu peserta wawancara khusus dengan Presiden Prabowo di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagaimana disiarkan oleh Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Dalam pertemuan itu, yang berlangsung minggu lalu, Presiden melanjutkan fokus URI tidak hanya pada perbaikan kelembagaan, tetapi juga kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya yang bekerja di lingkungan pemerintahan.

"Langkah apa untuk memperbaiki, rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan. Itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain, saya bentuk Universitas Republik Indonesia," kata Presiden Prabowo sebagaimana dilansir Antara.

Presiden kemudian menyampaikan URI dirancang untuk membawahi sejumlah lembaga yang fokus pada pengembangan kepemimpinan dan administrasi pemerintahan, salah satunya Lembaga Administrasi Negara, yang rencananya akan diperbarui dan ditempatkan dalam ekosistem URI.

"URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI," kata Prabowo.

Tidak hanya menjaring lulusan-lulusan terbaik, URI nantinya juga akan diarahkan menjadi tempat pendidikan khusus bagi para calon pemimpin pemerintahan.

Presiden mempertimbangkan adanya akademi khusus gubernur, bupati, hingga direktur jenderal-direktur jenderal di kementerian-kementerian.

"Akademi Gubernur. Akademi Bupati, dan sebagainya, mungkin di bawah URI juga, dan juga mungkin Akademi Dirjen. Sebelum dia masuk jabatan harus di-gembleng," ujar Presiden.

Menurut Presiden, pendidikan khusus untuk para pejabat negara itu penting agar pemerintahan, terutama hubungan antarkementerian dan lembaga kemudian antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berjalan dengan sinkron. Bagi Prabowo, mereka yang mengisi posisi pejabat negara harus punya kemampuan, siap, dan berintegritas.

"Kita harus berani, dalam arti, jangan ada birokrat yang untouchable (tidak tersentuh, red.). Kemarin-kemarin ada. Entah dia sinkron sama menteri, penguasa, dan sebagainya. Ada dirjen yang tidak bisa disentuh," kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo membentuk Universitas Republik Indonesia pada Juli 2026 dan menunjuk Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Donny saat ini juga aktif menjabat Wakil Menteri Pertahanan.

Di lingkungan URI, Donny dibantu oleh Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com