Suara.com - Direktur Olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus, mengakui sejumlah pemainnya diminati tim luar negeri khususnya Asia Tenggara. Menanggapi hal tersebut manajemen Persija menyikapinya dengan realistis.
Belakangan, nama-nama beken yang memperkuat Macan Kemayoran --julukan Persija-- dikaitkan bakal bergabung dengan tim luar negeri. Seperti Ryuji Utomo, Rezaldi Hehanusa, Riko Simanjuntak, Osvaldo Haay, dan Evan Dimas.
Bahkan, pemain yang baru dinaturalisasi yakni Marc Klok, juga masuk bidikan karena telah berstatus pemain Asia Tenggara meskipun berdarah Eropa.
Ferry Paulus mengatakan pihaknya bersikap realistis lantaran ketidakpastian Liga 1. Pasalnya, belum ada yang bisa menjamin apakah kompetisi tertinggi di Tanah Air itu bisa beputar sesuai rencana.
"Ya Persija harus realistis. Pertama kaitannya dengan kick-off pada bulan Februari, Persija belum terlalu yakin apakah itu akan betul-betul bisa dilanjutkan," kata Ferry Paulus saat ditemui di kawasan Senayan, Kamis (26/11/2020).
"Jika betul itu memang kick-off tentunya kami akan tahan pemain-pemain yang diincar itu," tambah lelaki yang juga Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu.
Di satu sisi, Ferry mengaku tidak bisa menahan pemain karena terkait kebutuhan hidup. Selain itu, klub-klub yang meminati pemain Persija punya deadline transfer yang rata-rata sampai dengan awal Februari.
Jika manajemen Persija menunggu kepastian kompetisi menurut Ferry sangat berbahaya. Oleh sebab itu, akan ada pembicaraan lanjutan antara pemain dan manajemen.
"Tapi ada kendala lain kaitannya dengan penutupan pendaftaran pemain di beberapa liga ASEAN yang rata-rata mereka awal Februari, sementara jika kami nanti menunggu ya bahaya sekali buat pemain," jelas lelaki yang akrab disapa FP itu
Baca Juga: SK Terbaru PSSI Terbit, Persija Tunggu Respons Pemain Terkait Gaji
"Jadi Persija realistis melihat kondisi itu meski pemain itu masih ada terikat kontrak atau yang sudah habis kontraknya tahun ini ya tetap kami memberikan keleluasaan kepada semua pemain win-win solusi terutama untuk kepentingan dapurnya pemain sendiri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Rumor Panas! Persija Bakal Gaet Bomber Timnas Kroasia Eks Parma, Bos Besar Buka Suara
-
Shin Tae-yong Bongkar Peran Baru Rizky Ridho di Persija, Bukan Sekadar Bek Tengah
-
Dua Lawan Berat Persija vs Borneo FC dan Persib, Shin Tae-yong Respon Kalem
-
Pemain Keturunan Indonesia-Iran Punya Andil Bikin Alexander Jeremejeff Gabung Persija
-
Persija Jakarta akan Kedatangan 1 Pemain Asing Baru, Shin Tae-yong Kasih Bocoran
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar