Suara.com - Kiper Madura United, Muhammad Ridho, tidak mau bermain sepak bola antar kampung atau tarkam. Hal ini dilakukan demi menjauhi risiko cedera.
Lagi pula, pelatih Madura United Rahmad Darmawan sudah menginstruksikan anak-anak asuhnya untuk meminta izin sebelum merumput di kompetisi tarkam.
"Pelatih Rahmad Darmawan sudah bilang, kalau ada pemain yang ikut tarkam harus izin dahulu, biar pemain itu tahu masih berstatus pemain Madura United. Jadi tidak masalah sebetulnya. Namun, ya, itu tadi supaya tidak cedera," kata Ridho dikutip dari laman resmi Liga Indonesia, Kamis.
Sebagai gantinya, guna menjaga kebugaran bertanding Ridho kerap melayani ajakan berbagai komunitas untuk tampil dalam pertandingan-pertandingan sepak bola ria atau fun football.
"Banyak komunitas yang mengajak bermain bola di Jakarta. Saya tertolong karena itu berarti saya bisa kembali belajar seperti 'ball feeling', sentuhan dan situasi pertandingan. Itu sangat penting apalagi bagi saya penjaga gawang," ujar Ridho.
Menurut dia, berbeda dengan pesepak bola nonkiper, sentuhan bola seorang penjaga gawang dapat lenyap dalam lima hari jika tidak berlatih.
Selain soal teknis, sepak bola ria juga menjadi ajang silaturahmi Ridho dengan para pesohor dan rekan-rekannya sesama pemain profesional yang beberapa kali turut terlibat dalam pertandingan.
Liga 1 dan 2 Indonesia belum dapat berlangsung karena pandemi COVID-19.
Rencananya, kompetisi akan kembali digelar mulai Februari 2021 setelah pada tahun 2020 pelaksanaannya tertunda akibat pandemi COVID-19.
Baca Juga: Senyum Lebar Pemain Manchester City Singkirkan MU dari Liga Champions
Musim kompetisi pun berubah nama dari musim 2020 menjadi musim 2020-2021. Liga 1 diproyeksikan bergulir pada Februari-Juli 2021, sementara Liga 2 pada Februari-Maret/awal April 2021.
Berita Terkait
-
Penjelasan Camat Walantaka Soal Kerumunan Warga Nonton Turnamen Bola Tarkam
-
Gagal Cegah Kerumunan di Ajang Tarkam, Camat Walantaka: Gak Punya Pasukan
-
Kerumunan Massa Kerbau Cup, Wali Kota Serang: Nanti Saya Panggil Camatnya
-
Ismed Sofyan Heran Liga 1 Tak Bergulir, Tarkam Banyak Beredar
-
Viral Gali Kubur Sambil Nonton Tarkam, Publik: Suka dan Duka Sekaligus
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Kemenbud Turun Tangan! Pertegas Dukungan untuk Balinale demi Bawa Film Indonesia ke Panggung Dunia
-
Kebakaran Lahan Kepung Sisi Gerbang Tol Kramasan Ogan Ilir
-
Gara-Gara Diomelin Ibu di Dapur, The Sabron Family Sukses Beli Rumah di Usia Belasan!
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta