Suara.com - PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator langsung bergerak cepat setelah mendapat lampu hijau dari kepolisian untuk menggelar kompetisi sepakbola profesional di Tanah Air, khususnya Liga 1.
PSSI dan PT LIB kini sedang berupaya menyelesaikan atau memenuhi permintaan kepolisian agar izin berkompetisi bisa segera keluar. Salah satunya adalah terkait protokol kesehatan yang ketat.
Sejatinya, PSSI telah memiliki protokol tersebut yang dibuat di pertengahan tahun lalu. Namun, ada beberapa penyesuaian dan penambahan di 2021 ini.
Salah satunya adalah tes COVID-19 akan dilakukan ke semua peserta kompetisi pada hari pertandingan. Sebelumnya, tes tersebut hanya dilakukan setiap 14 hari sekali.
"Kami sudah mulai merancang simulasi protokol kesehatan. Misalnya pada pertandingan sore, itu pukul 10 pagi tes swab dilakukan, sehingga ke lapangan sudah ada hasilnya. Kalau ada yang positif langsung dipisahkan dan langsung karantina," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan kepada awak media, Kamis (4/2/2021).
"Tesnya bukan satu hari sebelum tanding, meskipun swab antigen bisa satu hari. Tapi dari diskusi, kami sepakati kalau misalnya pertandingan jam 4 sore, jam 10 pagi sudah masuk, begitu ada yang positif langsung karantina, lain-lainnya sedang kita rumuskan," ia menambahkan.
Akan tetapi, untuk saat ini PSSI dan PT LIB ingin lebih dahulu meyakinkan kepolisian agar memperoleh izin secara resmi. Setelah itu, mereka baru akan menyusun aspek teknis pelaksanaan Liga 1 dan 2 termasuk format hingga jadwal pertandingan.
"Kita siapkan langkah-langkah yang nanti akan dilakukan setiap pertandingan. Nanti akan kita presentasikan ke pihak kepolisian," tambah mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.
"Kapan pertandingan akan bergulir? saya tunggu izin dulu, begitu izin keluar, kami akan mempersiapkan. Nanti akan ada workshop, manajer meeting, ada pertemuan lain sebagainya, sehingga nanti tidak ada lagi keraguan kalau izin sudah keluar," pungkasnya.
Baca Juga: Menpora Bantah Komunikasi PSSI dan Jajaran Pelatih Timnas Bermasalah
Liga 1 2021 direncanakan berlangsung pada Mei atau Juni mendatang yang kemudian akan disusul oleh Liga 2. Adapun jika memungkinkan, PSSI dan PT LIB bakal menggelar turnamen pramusim sebagai bahan pemanasan peserta kompetisi.
Tag
Berita Terkait
-
Satgas Covid-19: Vaksinasi Tak Berhasil Jika Tak Diimbangi Penerapan Prokes
-
Jadwal Liga Belum Jelas, Arema Habiskan Masa Kontrak Pemain sampai Februari
-
PSSI: Liga 1 2021 Direncanakan Start Mei atau Juni
-
Polri Kasih Lampu Hijau soal Kompetisi, PSSI - PT LIB Langsung Gerak Cepat
-
Gabung Bali United, Diego Assis Pasang Target Tinggi
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah