Suara.com - Pelatih timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong menyebut skuadnya masih butuh banyak perbaikan meskipun laga internal pada Sabtu (27/2/2021) berakhir dengan banjir gol 4-4.
"Mungkin faktor cuaca yang panas jadi banyak pemain yang lupa apa yang harus dilakukan saat situasi pertandingan. Untuk itu kami tim pelatih harus terus memperbaiki kekurangan yang ada dalam tim," kata Shin dalam laman resmi PSSI seperti dimuat Antara, Sabtu .
Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu tetap mengapresiasi performa Osvaldo Haay dan kawan-kawan yang disebutnya menunjukkan mental bagus sepanjang laga.
"Pertandingan yang menarik dengan banyak gol. Kemampuan pemain semakin meningkat, apalagi kita sudah tiga pekan lebih menjalani pemusatan latihan. Pemain terus melawan rasa capek dan kerja keras" kata pelatih yang melatih timnas Korsel pada Piala Dunia 2018 itu.
Laga internal timnas U-22 digelar Sabtu siang tadi di Lapangan D Gelora Bung Karno, Jakarta, yang mempertemukan tim berseragam biru dan tim berseragam abu-abu.
Laga berlangsung ketat dan berakhir seri 4-4. Gol tim biru dicetak oleh Adam Alis, Muhammad Rafli dan Dendy Sulistyawan, sedangkan gol tim abu-abu dilesakkan oleh Kahar Kalu Muzakkar, Kadek Agung, Feby Eka Putra dan Braif Fatari.
Muhammad Rafli mengaku senang menjalani pertandingan tersebut, apalagi dia membuat dua gol.
"Alhamdulillah hari ini kami bekerja keras dan bermain dengan penuh semangat. Kondisi saya semakin baik dan kami terus fokus pada pemusatan latihan," kata pemain asal Arema FC itu.
Timnas U-22 menjalani pemusatan latihan (TC) persiapan SEA Games 2021 di Jakarta sejak 8 Februari 2021.
Baca Juga: Hanif Sjahbandi Benarkan Beberapa Pemain Timnas Cedera Karena Latihan Berat
Setelah pertandingan internal, skuad akan menjalani dua laga uji coba melawan Tira Persikabo pada 3 Maret 2021 dan Bali United pada 5 Maret 2021.
SEA Games 2021 dijadwalkan berlangsung November-Desember di Vietnam. PSSI menargetkan medali emas sepak bola putra demi mengulangi prestasi 1991.
Berdasarkan regulasi SEA Games 2019, setiap tim cabang olahraga sepak bola putra wajib diperkuat pemain berusia maksimal 22 tahun dan sebanyak-banyaknya dua pemain senior berusia di atas 22 tahun.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Wasit Asal Korsel Laga Timnas Indonesia vs Timor Leste, Pernah Buat Malu Shin Tae-yong
-
Doa Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia Jelang Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Shin Tae-yong Akui Pemain Asing Baru Persija Belum Memuaskan, Kenapa?
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit
-
Persija Babak Belur di Piala Presiden 2026, STY Ucap Begini Saat Disinggung Kans vs Persib
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Apakah Viva Whitening Cream Bisa Samarkan Flek Hitam? Cek Klaim Pengguna
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik