Suara.com - Pelatih kepala Timnas Prancis, Didier Deschamps, memuji kiper veteran Kazakshtan, Alexandr Mokin yang dinilainya tampil bagus saat kedua tim bertemu dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa Grup D di Astana Arena, Nur-Sultan, Kazakhstan, Minggu (28/3/2021) malam WIB.
Diunggulkan menang telak, Prancis 'cuma' menang 2-0 berkat gol Ousmane Dembele dan gol bunuh diri Sergiy Mally.
Menurut Deschamps, skor itu bisa lebih besar lagi jika bukan karena aksi gemilang Mokin.
"Ini hasil bagus, kendati kami punya kesempatan untuk menang dengan marjin lebih besar. Kiper veteran mereka tampil bagus," tutur Deschamps seperti dilansir laman resmi UEFA.
Setelah tertinggal 0-2 saat turun minum, Mokin melakukan sedikitnya empat penyelamatan gemilang sepanjang babak kedua untuk mencegah marjin kekalahan Kazakhstan lebih telak.
Pada menit ke-58, Mokin dengan jeli meninju bola eksekusi tendangan bebas Anthony Martial yang sudah melewati pagar hidup dan mengarah ke pojok atas tiang jauh.
Lantas Mokin mementahkan tandukan Dembele pada menit ke-69, sebelum menepis tembakan sudut sempit Kylian Mbappe dua menit berselang.
Penyelamatan terbaik Mokin terjadi pada menit ke-75, ketika kiper berusia 39 tahun itu mampu membaca arah tendangan penalti Mbappe dan mencegah bola melesak ke gawang Kazakhstan.
Kegagalan mengkonversi peluang pada babak kedua cukup disesali Deschamps, tetapi baginya yang terpenting skuad Prancos meraih tiga poin dan berkesempatan untuk segera memulihkan diri jelang pertandingan ketiga di Grup D.
Baca Juga: Virus FIFA 'Serang' Manchester United, Anthony Martial Cedera Lutut
"Satu-satunya penyesalan hari ini adalah kami tidak mampu memanfaatkan peluang di babak kedua," kata Deschamps.
"Kami akan berusaha memulihkan kebugaran sebab pertandingan ketiga sudah di depan mata," tukas pelatih yang membawa Prancis kampiun Piala Dunia 2018 itu.
Prancis saat ini naik ke puncak klasemen sementara Grup D dengan raihan empat poin, dan akan melanjutkan pertandingan mereka di markas Bosnia pada Kamis (1/4/2021).
Berita Terkait
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi
-
Deschamps Tegaskan Prancis Tak Akan Main-main Hadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
-
Prancis vs Inggris: Panggung Perpisahan Deschamps dan Ambisi Rekor Kylian Mbappe
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan