Suara.com - Pemain Lechia Gdansk, Omran Haydary, senang dengan adanya sosok Egy Maulana Vikri di tim. Berkat Egy, Haydary bukan satu-satunya pemain yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan di kubu Lechia Gdansk.
Omran Haydary merasakan puasa Ramadhan untuk kedua kalinya bersama Lechia Gdansk di Polandia. Tentu puasa tahun ini dan kemarin sangat berbeda.
Jika tahun kemarin Ramadhan bertepatan dengan naiknya kasus virus Corona dan pesepak bola harus karantina. Nah, sekarang, kompetisi sudah kembali berjalan normal dan tentu puasa terasa lebih berat karena harus latihan dan bertanding.
Pemain Timnas Afghanistan itu mengatakan bahwa dirinya senang berpuasa di Lechia Gdansk karena rekan satu timnya mempunyai rasa hormat yang tinggi. Apalagi Haydary punya rekan muslim, yakni pemain asal Indonesia Egy Maulana Vikri.
"Saya senang Lechia menghormati keadaan ini (puasa) dan tidak mengganggu saya melangsungkan Ramadhan dengan cara apapun. Sekarang ada dua yang melakukan puasa, karena Egy Maulana Vikri juga muslim," ucapnya pada Trojmiasto dikutip pada Selasa (20/4/2021).
"Pelatih memahami dan mendukung kami, seperti rekan satu timnya. Kami punya banyak pemain dengan keyakinan yang berbeda di ruang ganti dan kami semua saling menghormati. Selama karier saya, saya tidak pernah mengalami ketidaknyamanan dalam mengamalkan agama saya," imbuhnya.
Kendati demikian, Haydary mengakui bahwa terkadang memang dirinya tidak melakukan puasa Ramadhan ketika dirinya bermain bersama Lechia Gdansk.
"Saya religius, tidak minum alkohol, merokok, dan puasa selama bulan Ramadhan. Saya bangun pukul 3.30 pagi untuk sahur dan menunggu matahari terbenam (buka) pukul 8 malam. Namun, ada beberapa pengecualian saat bepergia, orang sakit atau hamil."
"Sebagai atlet saya juga kadang menunda puasa. Misal saat ada pertandingan. Hukumnya pada dasarnya kamu bisa membayar hutang puasa di waktu berbeda," jelasnya.
Baca Juga: HUT ke-91, PSSI Dapat Ucapan Selamat dari Presiden AFF hingga Pemain Timnas
Sementara itu, Lechia Gdansk saat ini berada di urutan ke-5 Liga Polandia dengan raihan 38 poin dari 25 pertandingan yang sudah dilakoni.
Berita Terkait
-
Resmi Diperkenalkan HNK Rijeka, Brylian Aldama Langsung Dapat Pujian
-
Bagus Kahfi Jadi Wonderkid Paling Menjanjikan dan 4 Berita Bola Terkini
-
Ungguli Elkan Baggott, Bagus Kahfi Jadi Wonderkid Paling Menjanjikan
-
Marc Klok Senang Banyak Pemain Indonesia Berkarier di Luar Negeri, Kenapa?
-
Profil Egy Maulana Vikri: Awal Karier hingga Masuk Liga Polandia
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?