Suara.com - Berita duka tengah menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Salah satu punggawa Timnas Indonesia era 90-an, Listianto Raharjo meninggal dunia pada Selasa (20/4/2021) pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya pada usia 51 tahun. Untuk mengenangnya, berikut profil Listianto Raharjo.
Menurut keterangan resmi klub Bhayangkara FC pada sore hari sebelum kepergiannya almarhum masih menyempatkan diri untuk melatih Klub tersebut. Listianto ditunjuk sebagai pelatih kiper yang dipercaya untuk melatih para penjaga gawang yang dimiliki Bhayangkara FC.
Profil Lengkap Listianto Raharjo
Listianto Raharjo lahir pada 2 September 1970 di Denpasar, Bali. Karier Listianto Raharjo dalam dunia sepak bola sudah ia pijaki sejak tahun 1994.
Ia memulai karir perdananya dalam kancah sepak bola Indonesia dengan membela Pelita Jaya, kurang lebih selama 7 tahun Listianto menjaga barisan paling belakang klub tersebut.
Lalu pada tahun 1996 Listianto Raharjo mendapat panggilan dari Tim Nasional Indonesia untuk berlaga dalam kompetisi berskala ASEAN yakni Tiger Cup di Singapura.
Segala usaha sudah dikerahkan secara maksimal namun sayang perjuangan Timnas Indonesia harus berhenti di babak semifinal. Indonesia saat itu mengakui kegagahan Malaysia dengan skor 1-3.
Satu tahun berselang Listianto kembali diberikan kepercayaan oleh Henk Wullems yang kala itu melatih timnas Indonesia untuk kembali merumput bersama tim Merah Putih. Perjuangannya bersama tim nasional Indonesia berbuah manis setelah Indonesia berhasil meraih medali perak pada acara SEA Games 1997.
Karier Listianto Raharjo
Baca Juga: Charis Yulianto Kenang Sosok Almarhum Listianto Raharjo yang Humoris
Total sudah 10 caps dikantongi Listianto bersama tim nasional Indonesia, sederet klub-klub besar di liga domestik pun pernah ia jajal. Sebut saja Persib Bandung, Arema Malang, Persikota Tangerang dll. Setelah itu ia memutuskan pensiun dari untuk berkarir sebagai pemain, namun ia tetap melatih penjaga gawang pada klub Bhayangkara Solo FC pada tahun 2018.
Hal ini menunjukan dedikasi besar yang dilakukan Listianto terhadap sepak bola tanah air, ia seolah tidak pernah peduli dengan stigma masyarakat Indonesia tentang sepak bola Indonesia yang terkesan jalan di tempat.
Berikut adalah jejak karir professional Listianto Raharjo
Klub:
- Pelita Jaya (1994-2001)
- PSJS Jakarta Selatan (2002)
- Arema Malang (2003)
- Persib Bandung (2004)
- Pelita Jaya (2005)
- Persikota Tangerang (2006)
- Persibom Bolaang (2007)
Tim Nasional:
- Indonesia (1996-1997)
Di atas adalah profil Listianto Raharjo, kiper legendaris Indonesia. Semoga beliau ditempatkan di tempat semestinya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Kontributor : Dhea Alif Fatikha
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan