Akhirnya, ibu Nadia menjual barang-barang berharga. Uang hasil penjualan ini digunakan untuk mengurus paspor dan visa palsu kepada seorang penyelendup.
Awalnya, mereka berencana melarikan diri ke Inggris. Namun, setelah perjalanan berhari-hari yang melelahkan, mereka secara tak sengaja tiba di Sandholm, Denmark.
Peristiwa ini menjadi momen titik balik bagi kehidupan Nadia dan keluarganya. Sejak memulai hidup barunya di Denmark, dia mulai mengasah kemampuan sepak bolanya.
Saat itu, Nadia memulai karier profesional bersama klub B52 Aalborg. Kemudian, ia sempat memperkuat IK Kovbakken dan Fortuna Bjorring sebelum pindah ke Amerika.
Selanjutnya, sejumlah klub-klub di Amerika seperti Sky Blue FC dan Portland Thorns FC pernah menggunakan jasanya.
Bintang Sepak Bola, Dokter, dan Aktivis Kemanusiaan
Setelah menjalani masa-masa sulit ketika masih berusia belia, cara pandang Nadim melihat dunia menjadi sangat menarik.
Penyerang yang tajam dengan segudang gol ini tak hanya piawai mengolah kulit bundar, tetapi juga bekerja di sektor-sektor kemanusian.
Selain sukses di atas lapangan, Nadia Nadim juga aktif mengadvokasi kesetaraan gender dan membantu pengungsi dari seluruh dunia.
Baca Juga: Perjalanan Hidup Nasser Al-Khelaifi Sebelum Jadi Bos PSG
Kontributor: Muh Adif
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Christian Eriksen usai Pingsan di Laga Denmark vs Ukraina
-
Lepas Bek Layvin Kurzawa, Persib Bandung Ucap Pesan Menyentuh
-
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib, Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
-
Kegagalan Arsenal di Liga Champions, Taktik Parkir Bus Mikel Arteta Berujung Petaka di Budapest
-
PSG Samai Rekor Legendaris Barcelona, Cetak 45 Gol dalam Semusim Liga Champions
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey