Suara.com - Tottenham Hotspur akan menjatuhkan sanksi berupa denda kepada Giovani Lo Celso dan Cristian Romero yang secara tanpa izin bergabung dengan timnas Argentina untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Giovani Lo Celso dan Cristian Romero menjadi dua dari empat pemain Liga Inggris yang menjadi target penahanan oleh Badan Pengawasan Kesehatan Nasional Brasil (Anvisa).
Anvisa menganggap duo Tottenham serta kiper Aston Villa, Emiliano Martinez dan gelandang Emiliano Buendia (Aston Villa) telah melanggar protokol kesehatan Covid-19 pemerintah Brasil.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Anvisa menyatakan bahwa empat pemain Argentina itu memberikan keterangan palsu untuk bisa membela Tim Tango.
Pemerintah Brasil sendiri sudah mewanti-wanti jika ada pendatang dari Inggris, maka mereka harus menjalani karantina 14 hari. Hal itulah yang tidak diindahkan keempat pemain.
Atas dasar itu, petugas Anvisa menginterupsi pertandingan Brasil vs Argentina pada Minggu (5/9/2021) saat laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL itu baru berjalan lima menit di Neo Química Arena, Sao Paulo, Brasil.
Melansir dari Sky Sports, Selasa (7/9/2021), Lo Celso dan Romero akan didisiplinkan karena melakukan perjalanan ke Amerika Selatan untuk pertandingan melawan Venezuela dan Brasil yang bertentangan dengan keinginan klub. Kedua pemain diperkirakan akan menerima denda yang besar.
Pasca insiden penangguhan laga Brasil vs Argentina, Lo Celso dan Romero berencana terbang ke Kroasia bersama dengan Emiliano Martinez dan Buendia.
Mereka akan lebih dulu melanjutkan latihan di sana, sebelum kembali ke Inggris untuk bergabung dengan skuad masing-masing klub yang mereka bela.
Baca Juga: Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL: Ekuador Buntuti Argentina
Insiden tersebut dinilai merugikan Tottenham karena Romero sejatinya baru bergabung dengan klub sebulan lalu dengan nilai transfer 42 juta pound dari Atalanta.
Meskipun pejabat Spurs tidak ingin merusak hubungan baru, mereka tetap merasa perlu menegakkan kedisiplinan yang kuat.
Akan ada pertandingan internasional lebih lanjut yang melibatkan timnas Argentina pada Oktober dan November. Villa dan Spurs sama-sama bertekad untuk menghindari kesulitan semacam itu pada kesempatan berikutnya.
Penulis: Jacinta Aura Maharani
Berita Terkait
-
FIFA Selidiki 'Kisruh' di Laga Brasil vs Argentina
-
Polisi Masuk Lapangan Stop Laga Brasil vs Argentina Gegara 4 Pemain Tango Ini
-
Intip Fakta Menarik Pasca Laga Brasil vs Argentina Dihentikan
-
4 Rekannya Ditangkap, Messi: Sudah 3 Hari di Brasil, Kenapa Tunggu Pertandingan Dimulai
-
Terancam Ditahan, Timnas Argentina Buru-buru Tinggalkan Brasil
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka