Suara.com - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengaku heran dengan keputusan pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate yang memainkan Trent Alexander-Arnold sebagai gelandang.
Trent Alexander-Arnold adalah bek sayap kanan andalan Liverpool. Namun saat timnas Inggris menghadapi Andorra di Kualifikasi Piala Dunia 2022, posisi mainnya berubah.
Gareth Southgate secara tidak terduga menurunkan pemain 22 tahun itu di posisi gelandang selama 45 menit, sebelum mengembalikannya ke posisi bek sayap. Keputusan itu membuat Klopp terheran-heran.
"Itu mungkin terjadi tapi kenapa kamu mau membuat bek kanan terbaik di dunia menjadi seorang gelandang? saya benar-benar tidak mengerti," ujar Klopp dilansir dari Antara, Sabtu (11/9/2021).
Pelatih asal Jerman itu melanjutkan jika keputusan yang dilakukan Southgate menunjukkan seolah-olah posisi bek kanan tidaklah penting.
Klopp mengaku masih heran soal orang-orang yang berjuang untuk membuat dirinya paham dengan keputusan yang diambil oleh Southgate.
"Seolah-olah posisi bek kanan tidak sepenting yang lain. Orang-orang yang mengatakan bahwa saya berjuang untuk memahami bagaimana kamu memikirkan itu," jelas Klopp.
Ia lanjut menjelaskan sebenarnya posisi pemain berusia 22 tahun itu di Liverpool kerap berubah namun untuk menjadikan Alexander-Arnold sebagai gelandang dirasa tidak perlu dilakukan saat ini.
"Jika kamu melihat pertandingan kami lalu kami akan melihat bahwa posisi Trent sudah berubah. Tidak di semua pertandingan tapi di pertandingan yang memungkinkan, jadi tidak perlu saat ini untuk menjadikannya seorang gelandang," jelas Klopp.
Baca Juga: Profil Samed Yesil, Eks Wonderkid Liverpool yang Kini Bekerja di Pabrik
Trent Alexander-Arnold tercatat sebagai salah satu bek sayap kanan terbaik di timnas Inggris dan berhasil menjadi bagian penting dalam kesuksesan Liverpool pada beberapa tahun terakhir.
Alexander-Arnold sejauh ini tercatat sudah membukukan 182 penampilan bersama Liverpool dan berhasil menyumbangkan 10 gol dan 45 assist di berbagai ajang.
Tag
Berita Terkait
-
Melunak, Brasil Izinkan Pemainnya Tampil Kembali di Liga Inggris
-
Leeds vs Liverpool: Sempat Terpincang-pincang, Klopp Ungkap Kondisi Virgil van Dijk
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Menanti Debut Kedua Cristiano Ronaldo di MU
-
Klub Liga Inggris Terancam Kena Sanksi Jika Memainkan Pemain Amerika Selatan
-
Mengenal Jack Wilshere, Eks Bintang Arsenal dan Inggris yang Kini Tanpa Klub
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI