Bola / bola-dunia
Syaiful Rachman
Pemain Young Boys berpose jelang laga Liga Champions kontra Manchester United di Stade de Suisse, Rabu (15/9/2021). [AFP]

Suara.com - Klub asal Swiss, Young Boys menghancurkan romansa Manchester United dengan kembalinya Cristiano Ronaldo pada laga perdana fase Grup F Liga Champions 2021-2022.

Membuka laga perdana babak penyisihan Grup F Liga Champions 2021-2022, Young Boys menggebrak saat menjamu Manchester United.

Bertanding di Stadion de Suisse pada Rabu (15/9/2021) Young Boys sukses membekuk Manchester United dengan skor tipis 2-1.

Pemain Young Boys memasuki lapangan jelang laga Liga Champions kontra Manchester United di Stade de Suisse, Rabu (15/9/2021). [AFP]

Dua gol yang membawa kemenangan bagi Young Boys masing-masing dicetak oleh Moumi Ngamaleu (66') dan Theoson Siebatcheu (90+5').

Baca Juga: Viral Potret Jordi Alba Kelelahan, Ternyata Main Sambil Nahan Sakit

Padahal Man United sempat unggul lebih dulu lewat aksi Si Anak Hilang, Cristiano Ronaldo pada menit ke-13.

Petaka bagi klub berjuluk Setan Merah itu terjadi di 10 menit terakhir babak pertama, Aaron Wan-Bissaka terpaksa mandi lebih dulu setelah diganjar kartu merah.

Sontak hasil ini membawa nama Young Boys viral di media sosial dan bahkan menjadi trending topic di platform Twitter.

Banyak yang penasaran dengan klub asal Swiss ini khususnya nama yang digunakan dan ternyata terdapat kisah unik di balik pemilihan Young Boys.

Young Boys dalam Bahasa Indonesia berarti pemuda laki-laki, begitu pula pemberian nama klub tersebut yang ternyata berkaitan dengan para pendiri klub.

Baca Juga: Profil Jesse Lingard, Biang Keladi Kekalahan Manchester United di Liga Champions

Dilansir dari The18, nama Young Boys ternyata berasal dari para pendiri klub dan pertandingan pertama yang dijalani klub pada 1897.

Gelandang Young Boys Kamerun Nicolas Moumi Ngamaleu (tengah) merayakan setelah mencetak gol dengan rekan satu timnya selama pertandingan sepak bola Grup F Liga Champions antara Young Boys melawan Manchester United di stadion Wankdorf di Bern, Rabu (15/9/2021) dini hari WIB.SEBASTIEN BOZON / AFP

Menurut laporan tersebut, Max dan Oscar Schwab bersama Herman Bauer dan Franz Kehrli memutuskan untuk menjadi tuan rumah di laga sepak bola.

Keempat pemuda ini adalah mahasiswa di Universitas Bern, saat menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola mereka menggabungkan Basel Old Boys (BSC Old Boys).

Untuk kemudian bertanding melawan FC Bern, hingga setahun setelah itu tepatnya pada 14 Maret 1898, keempat pemuda itu memutuskan mendirikan klub sepak bola.

Agar berbeda dengan BSC Old Boys yang sudah berdiri empat tahun sebelumnya, Max dkk menggunakan nama Fussballclub Young Boys.

Klub tersebut kemudian tumbuh dan berkembang di Stadion Wankdorf di Bern, Swiss, sebelum akhirnya stadion itu dihancurkan dan diganti oleh Stade de Suisse.

Merupakan salah satu klub tertua Swiss yang berasal dari Bern dengan koleksi 15 trofi juara Liga Super Swiss, bahkan empat diantaranya diraih secara beruntun.

Liga Champions musim ini adalah yang kedua kalinya bagi Young Boys tampil di kompetisi kasta tertinggi Eropa. Sebelumnya mereka tampil di Liga Champions musim 2018/19, di mana mereka menjadi juru kunci Grup H dengan koleksi empat poin dari enam pertandingan.

[Penulis: Eko Isdiyanto]

Komentar