Suara.com - PSG Pati atau AHHA PS Pati FC mengalami kejadian yang tidak terduga. Ketika sedang menjalani latihan rutin di Lapangan Suruhkalang, Jaten, Karanganyar, Jumat (1/30/2021), mereka digeruduk oknum suporter Persika Karanganyar.
Ratusan oknum suporter Persika Karanganyar sebagian besar menggunakan kaus warna hitam bertuliskan 'Laskar Singo Lawu'
Kuat dugaan, penyerangan tersebut buntut dari batalnya uji coba antara Persika Karanganyar versus AHHA PS Pati yang sedianya berlangsung di Stadion RM Sadi sore tadi.
Dari informasi yang dihimpun Suara.com, awalnya AHHA PS Pati memulai latihan di lapangan itu sekitar pukul 15.30 WIB.
Namun di tengah latihan, mendadak ratusan suporter yang awalnya konvoi menggunakan sepeda motor dan berhenti di lapangan.
"Mereka berteriak dan kecewa uji coba batal. Tidak ada kontak fisikk, namun mereka sempat menggedor bis," kata sumber Suara.com.
Manajer AHHA PS Pati, Doni Setiabudi terkejut dengan kejadian itu.
"Kami tidak tahu maksud dan tujuannya apa. Setelah uji coba batal karenw ramai di media sosial, kami memilih latihan sendiri," ujarnya.
Sosok yang akrab disapa Kang Jalu itu juga menyebut panpel Liga 2 tidak menyiapkan lapangan latihan.
Baca Juga: Lupakan Kemenangan vs AHHA PS Pati, Persis Solo Alihkan Fokus Hadapi Persijap Jepara
"Dari pihak tuan rumah panpel tidak menyiapkan lapangan, akhirnya kami cari lapangan yang bisa gunakan. Ya dapatnya di sini," ungkap Jalu.
(Ronald Seger)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan