Suara.com - Dalam tiga pertandingan terakhir di BRI Liga 1, Persib Bandung selalu gagal menang. Tren negatif ini pun membuat kelompok suporter Persib, Bobotoh geram dan kompak mengajukan tuntutan agar pelatih Robert Alberts segera dipecat.
Persib baru dua kali menang dari enam laga awal di Liga 1 2021-2022, dengan torehan empat kali seri. Meski dilabeli sebagai salah satu tim favorit juara, Persib saat ini masih tertahan di peringkat kelima klasemen, terpaut enam poin dari Bhayangkara FC yang bertengger di puncak.
Hari ini sejumlah perwakilan Bobotoh mendatangi Graha Persib untuk menyampaikan tuntutan mereka. Terdapat lima isi tuntutan dari perwakilan Bobotoh ini.
Awalnya, perwakilan Bobotoh ingin pembacaan petisi ini disaksikan oleh bos Persib, Teddy Tjahjono. Namun, Teddy tak bisa hadir lantaran ada keperluan evaluasi tim bersama bos Persib lainnya, Umuh Muchtar.
Berikut isi tuntutan Bobotoh dalam aksi siang ini :
1. Manajemen PT PBB (Persib Bandung Bermartabat) harus bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Alberts dalam mengangkat prestasi Persib!
2. Menyikapi poin pertama, tidak ada negosiasi lagi, #ReneOut!
3. Seluruh jajaran manajemen PT PBB, tak terkecuali pelatih, tak layak mempolarisasi dan mengkotak-kotalkan Bobotoh berdasarkan kategori!
4. Menuntut keseriusan dan kesungguhan manajeman PT PBB dalam mewujudkan #PersibJuara di akhir musim ini!
Tagar #MenangBersama wajib diganti dengan #PersibJuara!
Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Perkenalkan Pelatih Ian Andrew Gillian
5. Jika hari ini manajemen PT PBB tidak bersepakat dengan kami, maka kami akan mengambil langkah dengan cara layaknya suporter sepakbola.
Bukan tanpa alasan, hal ini ditempuh para Bobotoh mengingat skuad yang sudah mumpuni namun belum bisa memberikan hasil maksimal.
Aksi kekecewaan Bobotoh sudah mulai terjadi saat Persib ditahan imbang Bali United 2-2 pada 18 September lalu.
Lalu berlanjut ke penghadangan bus di Pasupati akibat kembali seri 1-1 melawan PSM Makassar, dalam laga pekan keenam pada 2 Oktober kemarin.
Berita Terkait
-
Persib Bandung dan APPI Gelar Charity "Dari Sepak bola untuk Sumatra"
-
Latihan Digeruduk The Jakmania Jelang Hadapi Persib, Persija Sambut Positif
-
Wali Kota Bandung Instruksikan Seluruh Kecamatan Gelar Nobar Persib Bandung vs Persija Jakarta
-
Larangan Suporter Persija Jakarta ke Bandung Jelang Laga Persib di GBLA 11 Januari 2026 Resmi Keluar
-
Dukung Persija Jakarta Benamkan Persib Bandung, Kapten Pelita Jaya: Beda Satu Gol!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Hasil Bundesliga: Diwarnai Drama 6 Gol, Frankfurt versus Dortmund Berakhir Kecewa
-
Transfer BRI Super League: Persis Solo Bawa Pulang Alfriyanto Nico dari Persija
-
Persib Bandung dan APPI Gelar Charity "Dari Sepak bola untuk Sumatra"
-
Catat! Ini Harga Tiket Nonton Timnas Indonesia pada Piala Asia Futsal 2026
-
Hasil PSM vs Bali United: Rekor Gol Tercepat Mustafic Warnai Kemenangan Serdadu Tridatu di Parepare
-
Persija Jakarta Hadirkan Terobosan Baru, Jembatani Sepak Bola dan Literasi Investasi
-
Latihan Digeruduk The Jakmania Jelang Hadapi Persib, Persija Sambut Positif
-
Kapan Pertandingan Perdana John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia?
-
Lamine Yamal Lampaui Haaland dan Mbappe Jadi Pemain Termahal Sejagat
-
Filosofi Permainan Cepat John Herdman Bisa Mengubah Gaya Timnas Indonesia Jadi Lebih Agresif