Suara.com - Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini menegaskan kekalahan timnya atas Spanyol di semifinal UEFA Nations League sedikit banyak dikarenakan faktor kartu merah Leonardo Bonucci.
Dalam pertandingan yang berakhir 1-2 untuk kemenangan Spanyol di San Siro, Milan itu, Leonardo Bonucci mendapat kartu kuning kedua pada menit 42 saat Gli Azzurri tengah tertinggal 0-1.
Lima menit pasca bek Juventus diusir dari lapangan, Italia kembali kebobolan yang lagi-lagi dicetak Ferran Torres tepatnya pada menit 45+2'.
Sementara itu, gol semata wayang Gli Azzurri dicetak oleh Lorenzo Pellegrini di babak kedua, tepatnya pada menit ke-83.
Melansir laman resmi UEFA, Kamis (7/10/2021), Roberto Mancini menyayangkan kegagalan timnya menyamakan kedudukan di babak pertama. Dia juga menyinggung kartu merah Bonucci yang mengubah jalannya pertandingan.
“Babak pertama bisa dengan mudah berakhir 1-1. Spanyol bermain sangat baik secara teknis dan kami seharusnya lebih berhati-hati untuk tidak kebobolan sedetik pun sebelum akhir babak," kata Mancini.
"Sangat sulit untuk menangani penguasaan bola Spanyol dengan sebelas pemain, apalagi dengan 10 orang."
"Kami membutuhkan beberapa kaki segar dan saya membuat beberapa pergantian pemain yang membantu kami di babak kedua."
Kekalahan dari Spanyol membuat Italia gagal mewujudkan ambisi untuk mengawinkan trofi Euro 2020 dengan UEFA Nations League tahun ini.
Baca Juga: Donnarumma Disambut Hinaan Fans Milan Jelang Italia vs Spanyol
Merujuk data Opta, hasil ini juga membuat rekor tak terkalahkan beruntun Gli Azzurri di semua kompetisi terhenti di angka 37.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Menarik pasca Laga Italia vs Spanyol: Rekor Buruk Gli Azzurri
-
Bungkam Italia di San Siro, Spanyol ke Final UEFA Nations League
-
Disamakan dengan Kotoran Jelang Italia vs Spanyol, Donnarumma: Saya Tetap Cinta Milan
-
Italia vs Spanyol: Luis Enrique dan La Furia Roja Usung Misi Balas Dendam
-
Tampil Impresif untuk AC Milan di Awal Musim, Sandro Tonali Dipanggil Timnas Italia
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie