Suara.com - Kejadian tak menyenangkan dialami pemain Atalanta jelang duel melawan Manchester United dalam lanjutan babak penyisihan Grup F Liga Champions 2021-2022.
Entah disengaja atau tidak, hotel pemain Atalanta menjadi sasaran gangguan jelang duel kontra Manchester United di ajang Liga Champions.
Kejadian itu diungkap istri Ruslan Malinovskyu, Roksana yang mengklaim alarm kebakaran hotel Raddison tempatnya menginap di Manchester berbunyi di pagi hari.
Tak hanya sekali, alarm kebakaran hotel itu setidaknya berbunyi lebih dari lima kali di saat Roksana dan Ruslan menikmati waktu istirahat mereka.
Hal ini diungkapkan Roksana lewat sebuah tulisan yang diunggah pada akun Instagram pribadi, ia juga menyebut Gian Piero Gasperini dan staf Atalanta lain terganggu.
Saking kesalnya, Roksana berharap para pendukung Atalanta melakukan hal yang sama ketika skuat Manchester United melakoni laga tandang di Italia.
"Malam neraka di Manchester. Sepanjang malam di hotel, alarm kebakaran dinyalakan dengan volume penuh sebanyak lima kali," tulis Roksana.
"Itu terjadi tepat ketika tim tiba, dan hanya pada malam hari. Apakah menurut Anda ini sebuah ketidaksengajaan? tentu tidak.
"Sambutan yang 'hangat' dari penduduk setempat. Mengerikan. Saya berharap para penggemar kami akan mendukung tim."
Baca Juga: Chelsea vs Malmo: Diwarnai Dua Penalti, The Blues Pesta Gol di Stamford Bridge
"Di pertandingan kandang kami, mungkin hal yang sama akan tiba-tiba terjadi di sebuah hotel di Italia." imbuhnya.
Tak hanya Roksana yang merasakan gangguan alarm hotel, tamu lain yang menginap di hotel tersebut juga mengeluhkan hal yang sama.
Hal ini diungkapkan salah satu tamu hotel Raddison melalui sebuah tulisan yang diunggah pada akun Twitter pribadi pada Rabu (20/10/2021).
Bahkan tamu hotel yang satu ini sedikit lebih detail ketika memberi penjalasan mengenai waktu kapan saja alarm kebakaran hotel berbunyi.
"Saat Anda menginap di hotel yang sama dengan lawan Man Utd semalam sebelum laga akbar, tentu saja," tulis seorang penunjung hotel.
"Anda dibangunkan dengan tak sopan oleh alarm kebakaran pukul 04:51, 05:00, 05:36, dan 06:11!" imbuhnya.
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Bawa Manchester United Comeback Atas Atalanta
-
Koeman Frustasi Barcelona Terlalu Pemaaf di Depan Gawang
-
Man United Bungkam Atalanta, Solskjaer Apresiasi Fans yang Masih Beri Dukungan
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Manchester United Comeback, Barcelona Akhirnya Menang
-
Benfica vs Bayern: Die Roten Menggila, Cetak 4 Gol Dalam 15 Menit!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan