Suara.com - Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini menyebut calon lawan timnya dalam pertandingan Liga Champions dini hari nanti, Manchester United, sebagai tim 'under construction' atau tengah dibangun, ketimbang Liverpool dan Manchester City yang disebutnya lebih mapan dan tangguh.
Atalanta pernah kalah besar 1-5 dari City di Etihad dan seri 1-1 di kandang sendiri dalam Liga Champions musim 2019-2020, sedangkan musim lalu Atalanta kalah telak 0-5 melawan Liverpool namu menang 2-0 di Anfield dalam laga tandang musim itu.
Musim ini tim asuhan Gasperini nyaris mengalahkan Setan Merah di Old Trafford setelah memimpin 2-0 pada babak pertama, namun kemudian kalah 2-3.
Meskipun demikian Gasperini menganggap Manchester United tidak sekuat Liverpool dan Manchester City.
"Ketika kami bertemu Liverpool dan City, mereka sedang di puncak permainannya. Mereka terorganisir, solid dan memiliki identitas yang jelas. Bagi saya, United seperti tim under construction (sedang dibangun)," kata pelatih Atalanta itu seperti dikutip laman Football Italia.
"Meskipun begitu, mereka memiliki potensi besar, mereka memang tidak konsisten, tetapi mereka masih tim yang sangat kuat," sambung Gasperini.
Gasperini tak mau menilai keberhasilan Ole Gunnar Solskjaer baru-baru ini yang memimpin timnya bangkit setelah diluluhlantakkan 0-5 oleh Liverpool.
"Solskjaer memang hebat tahun lalu kendati United menempati urutan kedua. Manchester United memiliki potensi hebat, tetapi mereka tidak konsisten. Kendati demikian mereka juga akan mencapai targetnya dalam Liga Premier," papar Gasperini.
Gasperini kemudian membahas ancaman yang bisa diberikan Cristiano Ronaldo yang musim lalu mengantarkan Juventus menaklukkan Atalanta dalam final Coppa Italia.
Baca Juga: Prediksi Malmo vs Chelsea di Liga Champions, 3 November 2021
"Dia memang pesepakbola yang luar biasa hebat, semua orang sudah tahu. Dia tengah bermain bagus sekali di Manchester United dan dia sudah memberikan banyak hal kepada Serie A. Secara pribadi, saya menyayangkan dia kembali ke Inggris karena saya selalu berharap bisa melawan pemain-pemain terbaik di Italia," kata Gasperini.
[Antara]
Berita Terkait
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United
-
Batal Gabung Manchester United, Ederson Resmi Perpanjang Kontrak di Atalanta hingga 2031
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total