Suara.com - Penyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik (Trofi Kopa) 2021, Pedri mengungkapkan bahwa Real Madrid pernah menolaknya di awal karier gelandang berusia 19 tahun tersebut.
Karier Pedri di sepakbola Eropa meroket sejak musim lalu, saat gelandang tersebut sudah menjadi pemain kunci untuk Barcelona dan Timnas Spanyol meski dia merupakan 'pendatang baru'.
Pedri dihargai atas penampilannya yang luar biasa selama setahun terakhir dengan penghargaan Kopa Trophy dan Golden Boy yang didambakan, tetapi sebelumnya Madrid melewatkan kesempatan untuk mengontraknya empat tahun lalu.
Pedri mengakui bahwa dirinya tidak bisa mengesankan Real Madrid saat menjalani uji coba (trial) singkat, dan Los Blancos tidak menawarkan kesempatan untuk melanjutkan perkembangannya di Santiago Bernabeu. Saat itu Pedri masih bermain untuk klub berbasis Tenerife, CF Juventud Laguna.
“Ketika saya berusia 15 tahun mereka memanggil saya untuk uji coba, tetapi hujan salju besar terjadi di hari itu dan uji coba harus ditunda,” kata Pedri kepada Tuttosport, Minggu.
“Keesokan harinya, saya mengambil bagian dalam beberapa latihan ringan dengan pihak akademi. Mungkin mereka sudah punya ide tentang saya, jadi saya kembali ke Tenerife. Namun, saya tidak akan menolak Madrid."
“Peluang harus diambil bila datang. Anggap saja sesuatu terjadi, kombinasi dari keadaan negatif dan merekalah yang tidak ingin merekrut saya."
Penampilan apik Pedri membuatnya tidak luput dari rumor transfer yang mengaitkannya dengan beberapa klub elite Eropa.
Namun, dia menegaskan akan bertahan di Barcelona. “Man Utd, Man City atau PSG tertarik untuk mengontrak saya? Saya senang tinggal di Barca, itu impian saya."
"Biarkan saya bermain di sini sampai 2026 lalu kita lihat saja nanti. Saya baru saja menandatangani kontrak baru dengan Barcelona."
[Antara]
Berita Terkait
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona
-
Takut, Patrick Kluivert Berani ke Indonesia setelah Dapat Jaminan Keselamatan
-
Hansi Flick Optimistis Barcelona Bisa Comeback Lawan Atletico Madrid
-
Simeone Tertawa, Flick Mengamuk: Drama VAR Panaskan Duel Atletico vs Barcelona
-
Barcelona Dipermalukan Atletico, Hansi Flick Semprot Wasit: Buat Apa Ada VAR!
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Cetak 2 Gol Injury Time untuk VVV Venlo, Dean Zandbergen Kirim Sinyal Bela Timnas Indonesia
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
-
Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
-
Marc Klok Ingin Tuah GBLA Berlanjut Saat Persib Bandung Hadapi Bali United
-
Ricky Fajrin Akui Persib Bandung Tim Bagus dan Salah Satu Favorit Juara
-
Layvin Kurzawa Apresiasi Kegiatan Women Empowerment In Football Collaboration Coaching Clinic
-
Siapa Emral Abus? Pelatih Timor Leste U-17 Asal Sumbar yang Jadi Lawan Timnas Indonesia U-17
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
-
Eksel Runtukahu Jadi Opsi John Herdman di Piala AFF, Golnya Ungguli Striker Timnas Indonesia