Suara.com - Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah menjatuhkan sanksi untuk pemain Sulut United, Patrich Wanggai yang melakukan aksi tidak terpuji dengan pamer kemaluannya saat pertandingan babak delapan besar Liga 2 2021.
Aksi pamer tersebut terjadi ketika Sulut United berhadapan dengan Martapura Dewa United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang pada 20 Desember.
Patrich Wanggai yang ditarik keluar lapangan pada babak kedua melakukan gerakan tidak pantas dengan cara menunjukkan kemaluan ke arah penonton.
Akibat aksi kurang terpuji itu, Patrcih disanksi oleh Komdis PSSI larangan tampil dalam dua pertandingan dan denda sebesar Rp50 juta.
Selain Wanggai, Pelatih Sulut United Ricky Nelson juga dijatuhi sanksi. Ia dianggap melanggar fair-play sehingga dilarang mendampingi tim sebanyak dua laga dan denda Rp10 juta.
Selain itu, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada PSMS Medan denda Rp50 juta. Itu karena ada tamu VIP yang masuk ke dalam ruang ganti, padahal tak ada dalam daftar susunan pemain.
Sriwijaya FC juga tak lepas dari hukuman akibat tingkah laku penonton, sehingga didenda Rp25 juta. Sebab, ada lebih dari satu penonton turun ke lapangan saat laga melawan Persis Solo di Stadion Pakansari, Bogor pada 19 Desember.
Buntut aksi penonton itu juga berdampak pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara karena dianggap gagal mengamankan laga. Sehingga PT LIB harus membayar denda Rp20 juta.
Berikut Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, 21 Desember 2021:
Baca Juga: PSSI Tunggu Hasil Visum Taufik Ramsyah
1. Tim PSMS Medan
- Nama kompetisi: Liga 2
- Pertandingan: PSMS Medan vs Sulut United
- Tanggal kejadian: 16 Desember 2021
- Jenis pelanggaran: Melanggar aturan dengan masuknya tamu VIP ke ruang ganti tim PSMS Medan di mana tamu tersebut tidak terdaftar dalam daftar ofisial yang disahkan serta tidak ada di daftar susunan pemain (DSP) sebagai ofisial tim
- Hukuman: Denda Rp. 50.000.000
2. Tim Sriwijaya FC
- Nama kompetisi: Liga 2
- Pertandingan: Persis Solo vs Sriwijaya FC
- Tanggal kejadian: 19 Desember 2021
- Jenis pelanggaran: Tanggung jawab terhadap tingkah laku buruk penonton. Setelah selesai pertandingan ada lebih dari 1 orang suporter tim Sriwijaya FC turun dari tribun masuk ke dalam lapangan
- Hukuman: Denda Rp. 25.000.000
3. Panitia pelaksana, PT Liga Indonesia Baru
- Nama kompetisi: Liga 2
- Pertandingan: Persis Solo vs Sriwijaya FC
- Tanggal kejadian: 19 Desember 2021
- Jenis pelanggaran: Kegagalan menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan. Setelah selesai pertandingan ada lebih dari 1 orang suporter tim Sriwijaya FC turun dari tribun masuk ke dalam lapangan
- Hukuman: Denda Rp. 20.000.000
4. Pelatih kepala tim Sulut United, Sdr. Ricky Nelson Gideon Ndun
- Nama kompetisi: Liga 2
- Pertandingan: Sulut United vs Martapura Dewa United
- Tanggal kejadian: 20 Desember 2021
- Jenis pelanggaran: Tingkah laku buruk terhadap pemain lawan atau orang-orang selain dari perangkat pertandingan. Melanggar fairplay dengan cara melakukan penyerangan mendorong pemain lawan dan mendapatkan kartu merah langsung
- Hukuman: Larangan mendampingi tim 2 pertandingan dan denda Rp. 10.000.000
5. Pemain tim Sulut United, Sdr. Patrich Steev Wanggai
- Nama kompetisi: Liga 2
- Pertandingan: Sulut United vs Martapura Dewa United
- Tanggal kejadian: 20 Desember 2021
- Jenis pelanggaran: Memprovokasi masyarakat. Pada saat pergantian pemain, keluar lapangan melakukan gerakan tidak pantas dengan cara menunjukkan kemaluan meskipun menggunakan celana ke arah penonton
- Hukuman: Larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp. 50.000.000
Berita Terkait
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
-
Prediksi Formasi Timnas Indonesia Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026 Meski 6 Pemain Dicoret
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Panggung John Herdman Bangun Era Baru Timnas Indonesia
-
Jadwal FIFA Series Resmi Dirilis, PSSI Soroti 2 Hal
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
Terkini
-
Bursa Transfer Juventus: Michele Di Gregorio Jadi Biang Kerok, Alisson Becker Masuk Radar
-
Disikat Persija 2-3, Hendri Susilo Tetap Angkat Topi untuk Perjuangan Malut United
-
Tak Gentar Kebijakan Jordi Cruyff, Maarten Paes Siap Rebut Posisi Kiper Utama Ajax
-
Wakil Presiden Galatasaray Kirim Psywar ke Juventus: Kemenangan 5-2 Bukan Kebetulan!
-
Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump
-
John Terry Kecewa Tak Dipilih Jadi Pelatih Chelsea, Merasa Tak Dihargai sebagai Legenda
-
Arsenal Belum Layak, Bayern Munich Jadi Favorit Juara Liga Champions Musim Ini
-
Ambisi Pribadi Maarten Paes: Tak Ingin Diabaikan Pelatih hingga Mau Jadi Kapten Ajax
-
Pundit Belanda: Maarten Paes Bikin Panik Lini Belakang, Itu Bukan Ciri Kiper Berpengalaman!
-
Madura United Perlu Tahu, Persib Bandung Punya 'Win Rate' 100 Persen di Kandang