- Oliver Glasner akan memimpin Crystal Palace menghadapi Rayo Vallecano pada final Liga Conference di Leipzig, Kamis (28/5/2026).
- Pertandingan ini menjadi laga perpisahan bagi Glasner setelah dua setengah tahun melatih dan mempersembahkan trofi Piala FA.
- Glasner memotivasi pemain untuk mencetak sejarah klub dengan memenangkan trofi Eropa pertama setelah melalui perjalanan panjang di kompetisi.
Suara.com - Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner mengapungkan motivasi ke skuadnya jelang final Liga Conference.
Palace akan menghadapi Rayo Vallecano di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Jerman, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut akan menjadi pertandingan terakhir Oliver Glasner sebagai pelatih klub.
Sang manajer pergi setelah meraih trofi Piala FA, Community Shield dan berpotensi trofi Eropa ke lemari piala The Eagles dalam kurun waktu dua setengah tahun.
Glasner mengatakan kepada para pemainnya untuk memanfaatkan kesempatan untuk membuat lebih banyak sejarah.
"Tentu saja, kami sebenarnya berharap untuk bermain di Liga Europa, yang seharusnya kami raih setelah memenangkan Piala FA, tetapi kami menerima (bermain di Liga Conference) pada hari pertama kompetisi," kata dia melansir laman resmi klub, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, bagi tim yang terbiasa bermain di Liga Champions, ini bukanlah kompetisi Eropa yang paling menarik.
"Tetapi jika Anda adalah klub yang berpartisipasi dalam kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, maka itu sungguh luar biasa," paparnya.
"Kami menikmatinya sejak hari pertama kompetisi. Para penggemar kami menikmati perjalanan keliling Eropa. Kami benar-benar memulai di Fredrikstad dan pergi hingga ke Fiorentina. Kami bermain di perbatasan timur di Polandia, di Lublin, hingga ke Shelbourne di Irlandia, jadi kami menghadapi semuanya di seluruh Eropa".
Baca Juga: Phil Foden Menggila Saat Manchester City Menghajar Crystal Palace 3-0 Demi Tempel Ketat Arsenal
"Sekarang kami senang berada di tengah, di pusat, di Leipzig dan dapat bermain di final. Bagi kami ini adalah kompetisi yang hebat, di mana kami juga harus menemukan jalan kami dan juga harus mendapatkan pengalaman, dan semua pertandingan dan semua pengalaman ini membantu kami mencapai final."
Dia menambahkan, bermain di final dan bahkan jika sampai juara adalah pencapaian luar biasa bagi setiap pelatih.
Bermain di dua final Eropa dengan dua klub berbeda dalam empat tahun, dan di antara Final Piala DFB di Berlin dan Final Piala FA di Inggris baginya selalu menjadi momen puncak.
"Akan sangat berarti bagi saya, bersama para pemain ini, bersama grup ini, tempat kami telah bekerja sama selama dua tahun, untuk membalas budi kepada para penggemar kami. Itu akan menjadi nilai tertinggi bagi saya," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Penain Afsel yang Tampil di Piala Dunia 2026 Meninggal Dunia Misterius
-
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'
-
Ronaldo Buka-bukaan: Saya Depresi Berat, Berat Badan Naik Drastis
-
Mikel Merino Bawa Spanyol Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol vs Belgia Seru! Skor 1-1 di Babak Pertama, Duel Sengit Rebut Tiket Semifinal
-
Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi