Suara.com - Persiraja Banda Aceh harus puas bermain imbang kontra Barito Putera dengan skor 1-1 pada laga pekan ke-28 BRI Liga 1 yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/2/2022) malam.
Pada pertandingan ini, Persiraja sempat unggul lebih dulu melalui aksi individu dari penyerang Afghanistan Jabar Sharza, sebelum dibalas oleh Barito Putera berkat gol dari luar kotak penalti pemain Brasil Rafael Silva.
Hasil imbang ini membuat Persiraja masih terpatri sebagai juru kunci klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 13 poin dari 28 laga, sedangkan Barito Putera juga tidak beranjak dari peringkat ke-15 dengan 27 poin.
Di awal laga, Persiraja mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu namun dalam 20 menit pertama, tidak ada peluang yang membahayakan gawang dari Barito Putera.
Persiraja melakukan tekanan melalui penyerang mereka Jabar Sharza, gelandang Bruno Dybal dan Ridha Umami, namun upaya ketiganya tidak bisa menembus lini pertahanan Barito Putera.
Di sisi lain, Barito Putera juga turut melakukan beberapa ancaman ke lini pertahanan Persiraja namun tidak ada peluang matang yang membahayakan gawang dari Fakhrurrazi Quba.
Hingga berakhirnya babak pertama, baik Persiraja dan Barito Putera bermain seimbang namun tidak peluang yang membahayakan lini pertahanan masing-masing tim dan membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Persiraja mampu unggul lebih dulu pada menit 55 melalui penyerang asal Afghanistan Jabar Sharza setelah melewati beberapa pemain Barito Putera dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol, Barito Putera terus menekan lini pertahanan dari Persiraja dan pada menit 63 Rafael Silva mengubah kedudukan menjadi 1-1 melalui tendangan dari luar kotak penalti setelah menerima umpan dari Bagas Kaffa.
Baca Juga: Link Live Streaming BRI Liga 1: Arema FC vs Persik Kediri
Barito Putera lebih sering melakukan tekanan setelah menyamakan kedudukan, namun peluang yang dimiliki oleh Rizky Pora dan Rafael Silva masih belum menemui sasaran.
Di sisa waktu babak kedua, Barito Putera lebih dominan dalam menekan lini pertahanan Persiraja dan sering melakukan ancaman ke gawang Fakhrurrazi Quba, namun hingga berakhirnya babak kedua skor 1-1 tetap bertahan.
Berita Terkait
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Kata-kata Bojan Hodak Usai Antarkan Persib Bandung Hat-trick Juara Liga 1
-
John Herdman 'Abaikan' Juara Liga 1 Persib Bandung Pilih Persija, Ada Apa?
-
Persib Hat-trick Juara, Liga Indonesia Resmi Milik Maung Bandung
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh
-
Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi
-
Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha
-
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis
-
Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla
-
Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan
-
Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global
-
Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta
-
Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali
-
Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif