Suara.com - Langkah Manchester United untuk melaju ke fase delapan besar Liga Champions 2021/2022 dipupuskan oleh bek Atletico Madrid, Renan Lodi.
Renan Lodi sukses mencetak satu-satunya gol pada pertandingan antara Manchester United versus Atletico Madrid yang berlangsung di Old Trafford, Rabu (16/3/2022) dini hari WIB.
Lewat gol tunggal Renan Lodi, Atletico Madrid sukses unggul dengan agregat 2-1 setelah pada laga leg pertama kedua tim bermain imbang 1-1.
Dengan kemenangan ini, Atletico Madrid sukses melenggang ke fase perempat final Liga Champions 2021/2022.
Untuk lawan yang akan dihadapi, baru akan diketahui lewat hasil undian yang bakal berlangsung pada Jumat (18/3/2022) mendatang.
Profil Renan Lodi
Renan Lodi merupakan bek kiri yang telah bermain untuk Atletico Madrid sejak tahun 2009. Bek kiri asal Brasil ini tercatat lahir di Serrana pada 8 April 1998.
Pada awal kariernya, Renan Lodi memulai perjalanan bersama akademi Atletico Paranaense pada tahun 2012.
Setelah empat tahun berlatih, dia mendapatkan kesempatan bermain bersama tim utama saat mencatat debut pada 14 Oktober 2016 melawan Gremio.
Baca Juga: Juventus vs Villarreal, Massimiliano Allegri Sebut Seperti Partai Final
Sebelumnya, dia lebih banyak memperkuat Atletico Paranaense U-23. Lalu, gol debutnya tercipta pada 35 Maret 2018 ketika timnya menang 5-0 atas Maringa.
Tiga hari berselang, pemain berpostur 173 cm itu mendapatkan perpanjangan kontrak hingga Maret 2021. Sejak saat itu, ia menjadi pemain reguler di skuad asuhan Tiago Nunes.
Pada 28 Juni 2019, klub raksasa Liga Spanyol, Atletico Madrid, mencapai kesepakatan dengan Paranaense untuk transfer Renan Lodi.
Setelah negosiasi rampung dan mencapai kata sepakat, Lodi meneken kontrak berdurasi enam tahun bersama Atletico Madrid.
Lodi sukses mencetak gol debutnya bersama Atletico pada duel melawan Granada yang berakhir imbang dengan skor 1-1 pada 16 Mei 2021.
Pemain berusia 23 tahun ini sempat mencetak gol kemenangan Atletico saat menumbangkan Osasuna pada 16 Mei 2021. .
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati